TribunJateng/

Petugas Kebersihan Temukan Empat APAR yang Diduga Disemprotkan ke BRT Trans Semarang

Petugas Kebersihan Temukan Empat APAR yang Diduga Disemprotkan ke BRT Trans Semarang

Petugas Kebersihan Temukan Empat APAR yang Diduga Disemprotkan ke BRT Trans Semarang
tribunjateng/galih permadi/IST
Petugas Kebersihan Temukan Empat APAR yang Diduga Disemprotkan ke BRT Trans Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengelola Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang mendapatkan laporan penemuan empat tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diduga disemprotkan pelaku ke dalam Bus Rapid Transit (BRT) bantuan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

Empat tabung ditemukan di lingkungan Terminal Mangkang, Kamis (20/4).

Kasubag Tata Usaha (TU) BLU Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan empat tabung ditemukan oleh petugas kebersihan Terminal Mangkang sekitar pukul 13.44.

Petugas kebersihan sedang merapikan rumput di lingkungan Terminal Mangkang.

"Kejadian penemuan dilaporkan Staf PT Mahesa bernama Supriyanto kepada operator. Selanjutnya, Direktur PT Mahesa selaku operator koridor I menelepon Manajer Operasional Trans Semarang, Mulyadi," ujarnya.

Petugas Kebersihan Temukan Empat APAR yang Diduga Disemprotkan ke BRT Trans Semarang
Petugas Kebersihan Temukan Empat APAR yang Diduga Disemprotkan ke BRT Trans Semarang (tribunjateng/galih permadi/IST)

Mendapat laporan tersebut, Ade bersama Mulyadi menuju lokasi penemuan dan mendapati kondisi APAR kosong dengan segel terbuka.

"Empat tabung sudah dipindahkan ke kantor operator yang berada di lingkungan Terminal Mangkang. Dari merek APAR disamakan dengan yang masih utuh, merek dan ukuran tabung sama persis. Dugaan sementara APAR tersebut yang disemprotkan ke dalam BRT baru bantuan Kementerian Perhubungan dan bertepatan dengan hilangnya 32 ban serep BRT baru tersebut," ujarnya.

Ade selanjutnya melaporkan penemuan empat tabung tersebut ke Reskrim Polrestabes Semarang.

"Kami laporkan ke Reskrim Polrestabes selaku pihak yang menangani kasus hilangnya 32 ban serep BRT. Kami harap bisa menjadi barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, fakta baru diungkapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto terkait hilangnya 32 ban BRT Trans Semarang baru bantuan Kementerian Perhubungan.

Tak hanya 32 ban hilang, saat pengecekan sekitar 21 Desember 2016, Agus mendapat laporan bahwa APAR di dalam bus disemprotkan sehingga membuat kondisi bus porak-poranda banyak ceceran busa.

"Pengelola BRT yang baru melaporkan ke saya kalau ban serep bus hilang. Dan kondisi bus porak-poranda banyak ceceran busa isi APAR," ujarnya.

Agus mengatakan posisi ban serep berada di belakang bawah bus. Alat untuk menurunkan ban serep pun sudah disimpan pengelola BRT sebelum ada kejadian kehilangan. "Ban serep itu besar. Ngga mungkin diangkat satu orang. Alat penurun ban serep sudah disimpan tapi pencurinya masih bisa mengambil," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help