TribunJateng/

Seminar di Unissula, Kak Seto: Bagaimana Biar Anak Bisa Menghargai Orangtua?

Seto Mulyadi menjadi pembicara seminar psikologi di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Kamis (20/4).

Seminar di Unissula, Kak Seto: Bagaimana Biar Anak Bisa Menghargai Orangtua?
tribunjateng/akbar hari mukti
Seto Mulyadi menjadi pembicara seminar psikologi di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Kamis (20/4). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Seto Mulyadi menjadi pembicara seminar psikologi di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Kamis (20/4).

Di hadapan mahasiswa-mahasiswi psikologi Unissula, pria yang akrab disapa Kak Seto itu mengungkapkan bahwa semua anak pada dasarnya memiliki kecerdasan.

“Lalu bagaimana agar anak punya perasaan bisa menghargai orangtuanya? Sering kita jumpai banyak anak berani kepada orangtua sejak kecil tidak dididik dengan penuh cinta kasih,” ujarnya.

Seminar ini digelar oleh BEM Fakultas Psikologi Unissula dengan tema Child Psychology and Islamic Parenting.

Kak Seto katakan, mereka-mereka yang kelak menjadi orangtua, harus tahu bagaimana cara merawat anak dengan baik.

“Merawat anak harus dengan kasih sayang, didasari penuh cinta kasih tulus dan ikhlas, jangan sekadar merawat anak supaya diam dan tidak nakal,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, banyak anak di usianya yang mestinya masih suka bermain, menyanyi dan melakukan aktivitas menyenangkan di rumah.

Harusnya, orangtua juga sangat perlu mengajarkan menyanyi atau mengajak bermain di rumah.

“Akhirnya, saat memasuki masa sekolah TK, bahkan ketika SD , mereka dibebani dengan jadwal sekolah dengan jadwal padat, belum lagi bertumpuk-tumpuk pekerjaan rumah, serta masih harus ditambah segudang les. Dampaknya tak sedikit anak yang phobia sekolah dan trauma,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa sistem kurikulum pendidikan di Indonesia pada saat ini diakui sangat padat dan membebani anak.

Oleh karena itu, ia menuturkan bahwa seharusnya anak-anak harus mendapat kasih sayang pada usia balita.

“Orangtua perlu untuk menerima anak dengan apa adanya, mereka belum saatnya menjadi dewasa, biarkan mereka tumbuh apa adanya,” ucapnya.

Pada kesempata yang sama, Rachmy Diana, Dosen Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menjadi pembicara di seminar tersebut menuturkan, pendidikan anak yang baik melingkupi tiga aspek, yakni di keluarga, sekolah dan masyarakat.

“Jika semuanya telah terintegrasi secara baik, maka mereka akan dapat tumbuh berkembang secara baik. Hal tersebut sangat bagus bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help