TribunJateng/

Surini Tewas dengan Luka Tembak di Paha, Perut dan Tiga Luka Tembak di Bawah Payudara Kanan

Surini tewas dengan luka tembak di bagian paha kiri, luka perut sebelah kiri dan tiga luka tembak di bawah payudara kanan.

Surini Tewas dengan Luka Tembak di Paha, Perut dan Tiga Luka Tembak di Bawah Payudara Kanan
Sriwijaya Post/Istimewa
Mobil yang ditembaki (Sriwijaya Post/Istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, REJANG LEBONG --  Kaswan (60) tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Suami Surini (54), korban tewas dalam insiden penembakan mobil oleh polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, itu masih syok atas kepergian istrinya.

Dia benar-benar tak menyangka, jika istri tercintanya akan meninggal secepat itu. Pasalnya sebelum Surini berangkat untuk menghadiri hajatan di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (17/4) lalu, Surini sempat mengajaknya.

Namun ia menolak dan memilih untuk pergi ke kebun dan mempersilakan sang istri berangkat sendiri.

"Dia (Surini) tidak pernah pergi ke mana-mana, tiap hari kami pulang pergi ke kebun, kami orang bodoh, pulang-pulang dapat kabar kecelakaan, tapi nyatanya ditembak. Salah apa istri saya, ya Allah. Astaghfirullahalazim," tangis Kaswan, di hadapan Kapolres Rejang Lebong, AKBP Yogi Napitupulu, dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari, yang berkunjung ke rumahnya, di Desa Belitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Rabu (19/4).

Sehari sebelumnya, Selasa, istri Kaswan tewas dalam insiden penembakan oleh polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Surini, istri Kaswan, merupakan satu dari tujuh penumpang mobil Honda City hitam berpelat nomor BG 1488 ON, yang ditembaki polisi setelah menerobos razia di Jalan Lingkar HM Suharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Selatan II, Lubuklinggau.

Surini tewas dengan luka tembak di bagian paha kiri, luka perut sebelah kiri dan tiga luka tembak di bawah payudara kanan.

Lima korban lainnya juga mengalami luka tembak, yakni Diki (30), sopir, mengalami luka tembak di bagian perut kiri, Indra (33) luka tembak di bagian tangan tembus, Novianti (30) luka tembak bagian lengan sebelah kanan, Dewi Erlina (40 luka tembak lengan kiri tembus, Genta Wicaksono (2) luka di bagian kepala samping kiri karena terserempet peluru. Seorang penumpang, Galih (6) tidak mengalami luka.

Adik ipar Surini, Matsah, meminta Polres Lubuklinggau bertindak seadil-adilnya dalam menangani kasus yang menewaskan kakaknya. "Kami keluarga tetap menuntut pelaku yang melakukan penembakan untuk di proses hukum,kami minta keadilan, jangan sekali-kali cederai hukum dengan kasus ini," ungkapnya.

Untuk itu, mewakili keluarganya ia mengharapkan, polisi bertindak profesional dalam menegakkan hukum seadil-adilnya, dan jangan sampai karena oknum polisi sendiri yang menjadi pelaku penembakan kemudian dilindungi oleh hukum.

"Kami ini awam soal hukum, kami minta keadilan, Pak. Kalau memang sesuai dengan aturan hukum kami terima, kalau tidak sesuai lain maka akan ceritanya," katanya.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help