TribunJateng/

WASPADALAH Wanita Jika Pembalut Anda Terbuat dari Bahan Ini, Bisa Picu Kanker Serviks

WASPADALAH Wanita Jika Pembalut Anda Terbuat dari Bahan Ini, Bisa Picu Kanker Serviks. dr Yulice Soraya Nur Intan menyebut...

WASPADALAH Wanita Jika Pembalut Anda Terbuat dari Bahan Ini, Bisa Picu Kanker Serviks
tribunjateng/ist
WASPADALAH Wanita Jika Pembalut Anda Terbuat dari Bahan Ini, Bisa Picu Kanker Serviks. dr Yulice Soraya Nur Intan menyebut... 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Mulai sekarang wanita harus waspadai pembalut yang sering dipakai. Mengapa? Karena pembalut menjadi salah satu penyebab kanker leher rahim (serviks).

Sebagaimana diketahui, kanker serviks menjadi salah satu penyebab utama kematian wanita.

"Di dunia, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan infeksi HPV (Human Papilloma Virus, red)" kata dokter spesialis obsgyn (kebidanan dan kandungan) RSI Sultan Agung , Yulice Soraya Nur Intan dalam gathering paguyuban wanita Pengadilan Agama (PA) se- Jawa Tengah belum lama ini.

Tentu tidak semua pembalut dapat menyebabkan kanker serviks.

Dr Yulice menyebut, pembalut yang dibuat dari bahan seperti kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) berpotensi menjadi tempat bakteri dan kuman pencetus kanker serviks.

Zat pemutih yang biasanya untuk memutihkan bahan tersebut (dioxin) juga diduga menjadi pemicu kanker serviks.

Dr Yulice lantas memberikan tips bagi ibu-ibu untuk mengecek apakah pembalutnya berasal dari bahan pemicu kanker serviks.

"Cara yang bisa dilakukan dengan ambil bagian inti di dalam. Kemudian celupkan dalam gelas yang berisi air. Apakah ada perubahan kemudian diikuti hancur seperti bubur? Jika kita temukan, besar kemungkinan pembalut tersebut mengandung produk berkualitas buruk dan pemutih" paparnya.

Selain buruknya kualitas pembalut, kanker serviks berisiko terjadi pada seseorang yang dengan pola hidup yang tidak sehat. Seperti sering berganti-ganti pasangan, merokok dan kekurangan vitamin. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help