TribunJateng/

Anda Tahu Jenitri? Ini Dia Hasil Tani Kebumen Dibeli Mahal oleh Warga India dan Tiongkok

Anda Tahu Jenitri? Ini Dia Hasil Tani Kebumen Dibeli Mahal oleh Warga India dan Tiongkok

Anda Tahu Jenitri? Ini Dia Hasil Tani Kebumen Dibeli Mahal oleh Warga India dan Tiongkok
tribunjateng/khoirul muzaki
Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa. Butir-butir buah jenitri dibeli mahal oleh warga India atau Tiongkok 

Dalam perkembangannya, WNA asal Tiongkok ikut meramaikan bisnis jenitri. Mereka berani membeli dengan harga mahal. Di Tiongkok, kata Sunarto, selain dipakai untuk sembahyang, jenitri dibuat perhiasan.

Karena tidak untuk konsumsi, tidak ada standar harga dalam setiap transaksi. Setiap biji jenitri memiliki kualitas berbeda-beda sesuai penilaian buyer.

Biji jenitri dengan mutu bagus bisa dihargai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per butir oleh buyer.

Sedangkan biji berkualitas rendah harganya bisa turun drastis sampai Rp 5 ribu perkilogram.

Salah satu penentu kualitas jenitri terletak pada keunikan motif dan jumlah garis pada biji jenitri.

"Jenitri itu kayak batu akik, kalau WNA senang dengan motifnya, satu butir bisa dibayar jutaan," katanya

Pengrajin jenitri dari desa Karangjambu Adit mengungkapkan, sebelum dibentuk kerajinan, buah jenitri yang telah matang dari pohon direbus terlebih dahulu. Selanjutnya, kulit buah dikelupas lalu bijinya dijemur.

Biji jenitri yang telah kering kemudian dilubangi tengahnya untuk jalan masuk benang.

Dari tangan Adit, jenitri dibuat kerajinan kalung, gelang dan pernak pernik. Sayangnya, beragam kerajinan itu lebih banyak dijual di pameran.

Adit merasa masih kesulitan untuk memasarkan kerajinan jenitri di pasar lokal.

"Dijual di sini kurang laku, kalaupun laku harganya murah. Makanya pengrajin jenitri larinya ke WNA untuk menjual kerajinannya,"katanya (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help