Pilgub Jateng

Anggota Komisi VI DPR RI A‎bdul Wachid Siap Bertarung di Pilgub Jateng 2018

Anggota Komisi VI DPR RI, A‎bdul Wachid, mengaku siap maju dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Anggota Komisi VI DPR RI A‎bdul Wachid Siap Bertarung di Pilgub Jateng 2018
TRIBUNJATENG/YAYAN
Anggota Komisi VI DPR RI, A‎bdul Wachid, mengaku siap maju dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Anggota Komisi VI DPR RI, A‎bdul Wachid, mengaku siap maju dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Menurut A‎bdul Wachid politisi Partai Gerindra ini, sekarang sudah banyak melakukan kegiatan dan pendekatan kepada tokoh-tokoh di Jawa Tengah.

Di antaranya, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga pengusaha. Tujuannya, meminta doa restu dan dukungannya, untuk Partai Gerindra yang hendak mengusung calon gubernur pada gelaran Pilkada serentak 2018 mendatang.

"‎Untuk sementara ini, Gerindra memang masih fokus di saya. Meskipun nanti kita juga diuji (elektabilitasnya), pada bulan Juli - Agustus, melalui survei," katanya, Jumat (21/4), di sela-sela menghadiri acara Pembukaan Pameran Bumi Kartini Ekspo, di Alun-alun Jepara.

Ditambahkan, jika sampai pada Desember hasil survei cukup bagus, maka rencana Gerindra untuk mengusung celon gubernur‎ akan tetap dilanjutkan. "Saya sebagai prajurit, siap maju, sebagai apa pun, asal mendapat perintah dari ketua umum partai," imbuhnya.

Saat ini, ucapnya, Partai Gerindra mempunyai ‎11 kursi di DPRD Jateng. Sementara, syarat minimal untuk dapat mengusung pasangan calon gubernur - wakil gubernur, diperlukan setidaknya 20 kursi. Oleh karena itu, partai besutan Prabowo Subianto tersebut, tak menutup komunikasi politik dengan partai politik lainnya.

"Sementara ini yang sudah menjalin komunikasi politik ada PKB, PPP, Demokrat. Sampai terakhir kemarin PDIP juga sudah ada komunikasi politik dengan kita," ujarnya.

Bahkan, ‎sambung dia, tokoh-tokoh PDIP di Komisi VI DPR RI juga sudah menanyakan kesiapannya untuk bertarung dalam Pilgub 2018 mendatang.

"Apakah harus nomor satu? Tidak harus nomor satu, nanti lihat kondisi di lapangan. Kalau memang koalisi dan mengharuskan saya nomor dua, saya juga harus legowo," sambung politisi kelahiran Kota Ukir, Jepara ini. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help