Begini Nasib Petani Jenitri Setelah OTT Petugas Imigrasi yang Diduga Peras WNA

Begini Nasib Petani Jenitri Setelah OTT Petugas Imigrasi yang Diduga Peras WNA

Begini Nasib Petani Jenitri Setelah OTT Petugas Imigrasi yang Diduga Peras WNA
tribunjateng/khoirul muzaki
Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa. Butir-butir buah jenitri dibeli mahal oleh warga India atau Tiongkok 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Kabar penangkapan empat petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap oleh tim Saber Pungli Kebumen telah sampai ke telinga Parno, petani jenitri dari desa Karangjambu, Sruweng.

Mereka ditangkap lantaran diduga memeras Warga Negara Asing (WNA) dengan dalih, penyalahgunaan visa wisata untuk bisnis jenitri.

Namun kabar itu tak begitu mengejutkannya. Nilai tansaksi bisnis jenitri yang dimotori Warga Negara Asing (WNA) di Kebumen, menurut dia, cukup fantastis, mencapai miliaran rupiah.

Wajar, kata dia, jika WNA atau buyer menjadi sasaran pemerasan oleh oknum petugas dengan mengungkit kesalahan mereka.

"Penanaman jenitri sekarang sudah marak di Kebumen, sedangkan pembelinya hampir semua WNA. Perputaran uangnya besar," katanya, Jumat (21/4).

Keberadaan WNA asal Tiongkok dan India di Kebumen bukan hal baru. Masyarakat desa bahkan telah lama berinteraksi dengan mereka yang menjadi pelanggan setia jenitri dari petani.

Kedatangan WNA ke desa-desa di Kebumen paling ramai saat musim panen jenitri tiba.

Para WNA biasa menginap di hotel kota Kebumen untuk tempat tinggal sementara mereka. Paginya, mereka berduyun-duyun ke desa yang banyak ditumbuhi pohon jenitri. Sementara petani mempersiapkan biji jenitri yang akan mereka tawarkan ke buyer.

Para WNA itu bernegosiasi langsung dengan petani dibantu seorang penerjemah yang mendampingi mereka.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help