TribunJateng/

Begini Nasib Petani Jenitri Setelah OTT Petugas Imigrasi yang Diduga Peras WNA

Begini Nasib Petani Jenitri Setelah OTT Petugas Imigrasi yang Diduga Peras WNA

Begini Nasib Petani Jenitri Setelah OTT Petugas Imigrasi yang Diduga Peras WNA
tribunjateng/khoirul muzaki
Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa. Butir-butir buah jenitri dibeli mahal oleh warga India atau Tiongkok 

"Kalau pas panen, di sini kayak lebaran, ratusan WNA datang ke desa untuk membeli jenitri dari kami," katanya

Petani jenitri tak ambil pusing terkait identitas para WNA, terlebih mengurus keabsahan dokumen imigrasi mereka.

Prinsip petani, kata Parno, akan melayani setiap pembeli yang menguntungkan mereka.
Terlebih, para WNA itu telah menjadi pelanggan utama mereka sejak puluhan tahun.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap empat petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap beberapa waktu lalu rupanya berimbas terhadap perputaran bisnis jenitri yang selama ini dimotori WNA.

Pasca OTT terhadap petugas imigrasi, kata Parno, sebagian WNA was-was dan lebih berhati-hati saat bertransaksi dengan petani.

Nyatanya, jumlah WNA atau buyer asal India dan Tiongkok yang biasa berseliweran ke desa untuk membeli jenitri dari petani kini merosot, dibanding sebelum mencuat kasus tersebut.

Karena permintaan sedang sepi, para tengkulak kini pun jadi lebih selektif untuk mengambil jenitri dari petani.

"Sekarang WNA sepi. Jumlahnya menurun sekitar separuhnya sejak ada kasus OTT petugas imigrasi. Petani sekarang bingung,"katanya (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help