TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

Dorong Penjualan Springbed dan Furniture, Pengusaha Gelar Pameran di Mal Ciputra Semarang

Penjualan ritel springbed dan furniture di Kota Semarang sempat mengalami penurunan pada Maret lalu

Dorong Penjualan Springbed dan Furniture, Pengusaha Gelar Pameran di Mal Ciputra Semarang
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Seorang pegawai merapikan springbed dalam pameran yang digelar di Atrium Mal Ciputra Semarang. Pameran ini berlangsung mulai 20 April sampai 1 Mei mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penjualan ritel springbed dan furniture di Kota Semarang sempat mengalami penurunan pada Maret lalu. Namun, kondisi penjualan mulai membaik mulai awal April ini.

Meski demikian, peningkatan penjualan di April ini masih dirasa belum memenuhi ekspektasi. Karenanya, para pengusaha menggelar pameran guna mendorong penjualan kembali meningkat.

"Secara umum penjualan secara ritel ada kenaikan sampai 20 persen. Tapi Maret lalu turun meski tidak drastis. Di April mulai membaik namun masih kurang," kata Owner Rumah Kita Springbed dan Furniture, Jimmy Jati Utomo, dalam pameran Springbed dan Furniture di Mal Ciputra Semarang, Jumat (21/4/2017).

Kondisi ini, menurutnya, tidak lepas adanya pertumbuhan di sektor properti seperti rumah dan apartemen. Tentunya, hal itu merupakan dampak membaiknya perekonomian sehingga daya beli konsumen juga meningkat.

Jimmy optimistis penjualan springbed dan furniture akan berbeda dari 2016 lalu yang kondisinya terbilang lesu sebagai dampak lemahnya perekonomian global.

"Konsumen bisa jadi masih menunggu karena harus membereskan berbagi kebutuhan-kebutuhan utama pada 2016 lalu. Awal tahun ini baru mereka mulai membeli kebutuhan sekundernya,” ujarnya.

Kendati demikian, produk yang banyak diminati masih sebatas segmen menengah. Dimana harga produk berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 8 juta saja.

"Segmen menengah kontribusinya cukup besar lebih dari 50 persen dari total penjualan seluruh produk," paparnya.

Jimmy berharap, penjualan ke depanya akan semakin membaik, mengingat cukup banyaknya unit-unit rumah dan apartemen yang sudah mulai diserahterimakan pada pembeli. Sehingga, kondisi tersebut sangat potensial terhadap penjualan springbed dan furniture.

Perumahan khususnya rumah tapak, lebih dominan kontribusinya terhada penjualan produk springbed dibanding apartemen yang kontribusinya tercatat hanya 10 persen saja.

"Namun begitu, bila sebagian besar pembeli unit apartemen adalah end user, maka pasarnya akan cukup besar, karena di Semarang sekitarnya juga mulai banyak berdiri apartemen,” tandasnya.

(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help