TribunJateng/

Kekerasan Seksual pada Perempuan di Jateng Terhitung Tinggi

Berdasarkan catatan LRC-KJHAM pada tahun 2016 kekerasan terhadap perempuan di Jateng mencapai 496 kasus

Kekerasan Seksual pada Perempuan di Jateng Terhitung Tinggi
net
ilustrasi 

Hari kartini, menurutnya merupakan hari pengakuan perjuangan kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan atas pendidikan dengan mendirikan sekolah kartini. Adanya pengakuan ini diharap bahwa pemenuhan hak-hak perempuan terus ditingkatkan dan tidak hanya di bidang pendidikan.

Berdasarkan pada data BPS tahun 2016 tercatat bahwa perempuan dan laki-laki di wilayah pedesaan lebih rendah akses pendidikannya dibandingkan wilayah perkotaan.

Berdasarkan monitoring LRC-KJHAM, secara umum perempuan yang menjadi korban kekerasan pendidikan terakhirnya tingkat SMA sederajat, walaupun terdapat juga perempuan yang mempunyai pendidikan lebih tinggi misalnya S1 sederajat.

Artinya, meski perempuan mempunyai pendidikan tinggi tak menjamin tidak menjadi korban kekerasan. Hal ini disebabkan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan masih sangat kuat sehingga masih terjadi diskriminasi terhadap perempuan salah satunya kekerasan terhadap perempuan.

"Di sisi lain, tidak sebanding dengan perlindungan hukum yang ada di Indonesia. Perempuan korban kekerasan seksual masih mengalami banyak hambatan dan tantangan dalam mendapatkan hak-haknya," katanya.

Ia menambahkan, tak hanya perlu ada undang-undang khusus yang melindungi perempuan korban kekerasan seksual. pihaknya juga mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help