TribunJateng/

KECELAKAAN LALULINTAS

MENGHARUKAN, Riyan Kehilangan Ibunda dan Adik Saat akan Kirim Doa 100 Hari Sang Ayah

MENGHARUKAN, Riyan Kehilangan Ibunda dan Adik Saat akan Kirim Doa 100 Hari Sang Ayah, Jumat 21 April 2017

MENGHARUKAN, Riyan Kehilangan Ibunda dan Adik Saat akan Kirim Doa 100 Hari Sang Ayah
tribunjateng/daniel ari purnomo
MENGHARUKAN, Riyan Kehilangan Ibunda dan Adik Saat akan Kirim Doa 100 Hari Sang Ayah, Jumat 21 April 2017. Suasana haru di rumah duka di Pondok RT 2 RW 9, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana haru di rumah duka di Pondok RT 2 RW 9, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Sejumlah kerabat dan tetangga korban kecelakaan bersedih atas kepergian Masrekhah (35) dan sang putra, Andika (5) serta Reihan (7) keponakannya.

Para pelayat pun tampak menahan tangis saat tiga jenazah dikembumikan di pemakaman Pondok, Tambakrejo, Gayamsari, Jumat (21/4/2017) sore.

Ada dua liang lahat yang disiapkan untuk tiga jenazah. Satu liang lahat untuk Masrekhah (35) beserta sang putra, Andika (5). Sedangkan liang kubur lainnya untuk Reihan (7).

Baca: BREAKING NEWS, Sekeluarga Tewas Tersambar Kereta Api di Gayamsari

Putra sulung Masrekhah, Riyan (12) menangis, kala melihat ibunda dan adiknya dikebumikan.

Siswa kelas 6 SD Islam Al Fattah itu kini yatim piatu.

Ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan.

Sejumlah petugas kepolisian berupaya mengevakuasi tiga jenazah yang tertabrak kereta api di kawasan Gembongsari RT 7 RW 7 Tambakrejo, Gayamsari, Jumat (21/4/2017)
Sejumlah petugas kepolisian berupaya mengevakuasi tiga jenazah yang tertabrak kereta api di kawasan Gembongsari RT 7 RW 7 Tambakrejo, Gayamsari, Jumat (21/4/2017) (Tribun Jateng/daniel ari purnomo)

Sedangkan hari ini, adik kandungnya dan sang bunda pun meninggal dunia dalam kecelakaan tertabrak kereta api di Gayamsari. Kepergian adik dan ibunda pun tepat saat peringatan 100 hari almarhum ayah.

"Bu Masrekhah warga yang baik di kampung ini. Ia ramah. Kami turut kehilangan," ungkap tetangga almarhumah, Ali Musochi (39).

Baca: Tragis! Masrekhah dan Balitanya Tewas Tersambar Kereta, Tepat 100 Hari Kematian Suami

Selain itu, ayah Reihan, Nur Ahmad (45) pun nggak banyak bicara. Pria yang bekerja sebagai kuli batu itu tampak lemas setelah kepergian Reihan.

Jenazah para korban kecelakaan itu tiba di rumah duka, Pondok RT 2 RW 9, Tambakrejo, pukul 17.00 WIB, dari RSUP dr Kariadi. (tribunjateng/daniel)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help