TribunJateng/
Home »

Jawa

Menteri Pendidikan Akan Revitalisasi SMK di Indonesia

Muhadjir mengatakan sinergitas antara dunia industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi satu dari sekian cara untuk menghadapi tantangan

Menteri Pendidikan Akan Revitalisasi SMK di Indonesia
Tribun Jateng/Suharno
Menteri Pendidikan Akan Revitalisasi SMK di Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyambut gembira peluncuran program pendidikan vokasi industri bersama SMK se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang dirintis Kementerian Perindustrian.

Muhadjir mengatakan sinergitas antara dunia industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi satu dari sekian cara untuk menghadapi tantangan persaingan global.

"Pendidikan memiliki fungsi menyiapkan dan membentuk ahlak SDM (sumber daya manusia), dan yang menggunakan (SDM) adalah industri sehingga industri harus turut serta dalam dunia pendidikan agar menghasilkan lulusan yang sesuai keinginan industri," ujarnya saat menghadiri peluncuran program pendidikan vokasi industri di pabrik PT Apac Inti Corpora, Kabupaten Semarang, Jumat (21/4/2017).

Muhadjir menambahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan akan melakukan revitalisasi 42 SMK di seluruh tanah air.

Di Jawa Tengah, dikatakannya, SMK yang akan direvitisasi telah ditetapkan yakni SMK Tekstil di Pekalongan.

PT Apac Inti Corporate akan dilibatkan dalam mendukung revitalisasi SMK Tekstil di Pekalongan.

"Secara bertahap berbagai sarana dan prasarana pendidikan SMK di seluruh Indonesia juga akan terus diperbarui (khususnya laboratorium) sesuai dengan kebutuhan industri, sedangkan untuk guru juga tengah dilakukan Program Keahlian Kerja," sambungnya.

Para guru SMK yang selama ini hanya mengajar ilmu adaptif dan ilmu notaktif, ditambahkan Muhadjir, diberi kecakapan baru agar bisa memegang mata pelajaran produktif selama satu tahun dimana enam bulannya belajar di dunia industri.

Hal tersebut supaya para guru SMK bisa mengajar keahlian guna memenuhi kebutuhan dunia industri.

"Tahun lalu (2016), 18 guru SMK belajar di Perancis selama dua bulan. Tahun ini ditargetkan menyusul 60 guru. Hal yang sama juga akan dilakukan ke Jerman dengan target dikirim 160 guru. Di negara yang industrinya maju ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pengajar," paparnya.

Kepada para kepala SMK yang telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan industri untuk program vokasi ini, Muhadjir berharap dapat memanfaatkan peluang yang ada guna mengembangkan sekolahnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help