TribunJateng/
Home »

Techno

» Apps

Para Remaja SMP Ini Sudah Jago Bikin Aplikasi, Rafi Bangga Teman Memainkan Game Ciptaannya

"Fungsinya hanya sebatas mengecek database siswa berdasarkan NISN. Tapi, berlaku secara nasional," imbuhnya

Para Remaja SMP Ini Sudah Jago Bikin Aplikasi, Rafi Bangga Teman Memainkan Game Ciptaannya
Tribun Jateng/M Syofri
Sejumlah siswa anggota Forum Inovation Research Olympiade Developer (Firodev) belajar membuat aplikasi di sekretariat organisasi siswa tersebut di SMP Negeri 1 Semarang, Jalan Ronggolawe 4, Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (19/04/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penasaran pada kegiatan sang ayah membuat program, Karindra Rafi Linux Hirarki (13), ikut mengutak atik komputer. Kini, rasa penasaran itu membuahkan sedikitnya 20 aplikasi berbasis Android.

"Dulu pernah lihat ayah benerin program komputer. Saya pengin tahu caranya. Setelah belajar, memang menyenangkan. Selalu penasaran ingin segera menemukan solusi kalau ada masalah dalam aplikasi yang dibuat," kata Linux, Rabu (19/4).

Siswi SMP Negeri 1 Semarang ini pun bergabung di Firodev (Forum Inovation Research Olimpiad Developer), ekstra kurikuler bagi siswa yang tertarik pada program komputer.

Siswa yang ikut ekstrakurikurel Firodev dibimbing anggota Komunitas Semarang Android Developer Center (Sandec).

Di komunitas ini, Linux semakin fokus membuat aplikasi. Khususnya, yang berguna bagi orang lain. Aplikasi buatan Linux yang paling banyak diunduh adalah Cek Data Siswa.

Sesuai namanya, aplikasi ini berfungsi mengecek database siswa berdasarkan nomor induk siswa nasional (NISN).

"Fungsinya hanya sebatas mengecek database siswa berdasarkan NISN. Tapi, berlaku secara nasional," imbuhnya.

Saat ini, Linux tengah sibuk merampungkan aplikasi Waduk Report. Aplikasi yang nantinya berisi segala informasi tentang kondisi waduk di Indonesia merupakan pesanan dari satu pihak yang tak diungkap Linux.

"Orangtua tak pernah melarang saya sibuk di depan komputer. Paling-paling ibu mengingatkan agar saya pintar mengatur waktu untuk istirahat. Karena kadang, saat penasaran menyelesaikan aplikasi, saya lupa waktu," ujar remaja yang mengidolakan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Berkat prestasinya, Linux pernah diminta menjadi pembicara di program pendidikan berbasis komputer, Indonesia Android Kejar. Program yang diinisiasi Google Developers itu bertujuan mengembangkan kemampuan developer muda di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help