TribunJateng/

Pasar Beka Semarang Direvitalisai, Pedagang Hanya Bisa Ikuti Kebijakan Pemerintah

Proses pembangunan lapak sementara yang akan digunakan pedagang Pasar Simongan, atau lebih dikenal dengan Pasar Beka terus berjalan

Pasar Beka Semarang Direvitalisai, Pedagang Hanya Bisa Ikuti Kebijakan Pemerintah
Budi Susanto
Pasar Beka Simongan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses pembangunan lapak sementara yang akan digunakan pedagang Pasar Simongan, atau lebih dikenal dengan Pasar Beka terus berjalan. Kerangka-kerangka kayu tanpa atap sudah tersusun rapi di area luar pasar, tepatnya di Jalan Simongan.

Siang kemarin, aktivitas perdagangan di pasar itu tampak tidak terlalu ramai. Sejumlah pedagang tampak meninggalkan los-nya untuk saling berbincang. Obrolan ringan terkait dengan revitalisasi pasar pun tak jarang mereka lontarkan.

Satu di antara pedagang berujar, hanya bisa mengikuti aturan dari pemerintah. "Ya sudah ikut saja, kalau disuruh pindah di lapak sementara nurut saja," ujar satu di antara pedagang yang berbincang di lorong pasar.

Satu pedagang sayuran di pasar itu, Sufi Sutarmi (57) mengatakan, kondisi pasar sekarang sepi, tidak seperti seperti dulu yang ramai.

Warga Jalan Gedong Songo, Manyaran, Semarang Barat itupun langsung mengerutkan dahi ketika mendengar pasar akan direvitalisasi dan para pedagang dibuatkan lapak sementara.

"Sekarang saja pasar sepi pengunjung, bagaimana nasib kami kalau pedagang ditempatkan di lapak sementara, bagaimana kalau pembangunannya lama?" sambungnya.

Baginya, Pasar Beka merupakan tempat mencari rizki untuk empat anaknya. Ia pun berharap revitalisasi pasar nantinya bisa merubah nasib para pedagang.

"Sekitar dua bulan lalu, para pedagang dikumpulkan untuk sosialisasi terkait dengan pembangunan pasar. Semoga saja pembangunan pasar berjalan cepat," tukasnya.
Positif

Satu pedagang sayur lain, Mamik (48) menyatakan, hanya bisa mengikuti kebijakan yang diambil pemerintah, karena dinilai bakal memberikan dampak positif.

"Jika disuruh pindah ke lapak ya saya ikut saja, karena saya percaya Dinas Perdagangan sudah memikirkan matang-matang rencana revitalisasi yang akan dilakukan di Pasar Beka," ucapnya.

Mamik berharap para pedagang bisa membantu proses revitalisasi pasar yang akan dilakukan supaya pembangunan berjalan cepat.

"Tidak perlu membantu dana dan tenaga, cukup percaya saja dengan apa yang dilakukan pemerintah. Pembangunan pasar juga untuk pedagang, kalau pasar jadi bagus dan bersih, pedagang juga yang diuntungkan," tutur warga Bandungan, Kabupaten Semarang itu.

Meski demikian, Mamik belum tahu pasti kapan revitalisasi Pasar Beka akan dimulai. "Mungkin setelah pembangunan lapak sementara rampung baru pembangunan pasar dimulai," katanya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help