TribunJateng/

Petugas Jasa Raharja Tidak Menyangka Masrekhah Yang Terima Santunan Kematian Suami Kini Jadi Korban

uami ibu Masrekah (korban tewas), juga meninggal karena kecelakaan dan dulu kami berikan santunan kematian ke bu Masrekhah

Petugas Jasa Raharja Tidak Menyangka Masrekhah Yang Terima Santunan Kematian Suami Kini Jadi Korban
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kabar kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan kereta api di perlintasan tak berpalang, wilayah Gembongsari, Tambakrejo, Gayamsari, membuat jajaran PT jasa Raharja kantor perwakilan Semarang kaget.

"Suami ibu Masrekah (korban tewas), juga meninggal karena kecelakaan dan dulu kami berikan santunan kematian ke bu Masrekhah," kata Kepala Perwakilan Jasa Raharja Semarang, Abdul Rozak pada Tribun Jateng,

Ia bercerita, suami Masrekah yang bernama Hudi Krismono mengalami kecelakaan lalu lintas pada 3 Januari 2017.

Setelah sempat dirawat di RSUP dr Kariadi, Hudi meninggal pada 11 Januari 2017.

Saat itu, selain menyerahkan uang santunan kematian Rp 25 juta pada Masrekhah, Jasa Raharja juga menjamin biaya perawatan Rp 10 juta.

"Kami tidak menyangka sekarang malah bu Masrekhah yang meninggal. Satu-satunya ahli waris tinggal anak sulungnya, Febrian Danar Saputra (11) yang tinggal sama kakeknya pak Tarmo," kata pria berkumis itu.

Rozaq merasa iba dengan Febrian yang harus jadi yatim piatu dalam waktu 100 hari.

Tiga orang meninggal seketika terseret sejauh 100 meter oleh kereta api penumpang yang melaju dari Stasiun Tawang-Solo,KA Kaligung.

Identitas korban adalah Masrekhah (35), Andika (5) dan Rekhan (7). Mereka warga Tambak Pondok RT 2 RW 9, Tambakrejo, Gayamsari.

Halaman
12
Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help