TribunJateng/

Semen Gresik Teken MoU Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri dengan 6 SMK di Rembang

Enam sekolah yang melakukan kerjasama pendidikan vokasi industri adalah SMKN 1 Rembang, SMKN 1 Gunem, SMK Annuriyah Sulang, SMK NU Lasem

Semen Gresik Teken MoU Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri dengan 6 SMK di Rembang
tribunjateng/m zaenal arifin
Direktur Utama Semen Gresik, Sunardi Prionomurti, menyerahkan surat kerjasama dengan Kepala SMK yang bekerjasama dalam pendidikan vokasi industri. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka pembinaan dan pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link dan match dengan industri, PT Semen Gresik menandatangani perjanjian kerjasama dengan enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan yang ada di Rembang.

Penandatangan MoU oleh Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti, disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kantor PT Apac Inti Corpora, Jalan Soekarno Hatta KM 32, Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (20/4/2017).

Enam sekolah yang melakukan kerjasama pendidikan vokasi industri adalah SMKN 1 Rembang, SMKN 1 Gunem, SMK Annuriyah Sulang, SMK NU Lasem, SMK Muhammadiyah Rembang dan SMK NU Pamotan.

Program ini merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 03/M-IND/PER/1/2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan SMK berbasis SMK berbasis kompetensi yang bersifat link and match dengan industri.

Direktur Utama Semen Gresik, Sunardi Prionomurti mengatakan, kerjasama ini adalah bentuk komitmen PT Semen Indonesia dan seluruh anak usahanya termasuk PT Semen Gresik terhadap pengembangan pendidikan bagi warga sekitar lokasi pabrik atau perusahaan dalam rangka menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam program ini perusahaan akan menyediakan fasilitas workshop, penyelarasan kurikulum, pembimbing hingga ujian sertifikasi.

"Ini sejalan dengan program perusahaan, karena sebelumnya perusahaan sudah menjalankannya melalui program serupa di tahun 1987 dengan nama Program Lolapil (Pengelolaan Keterampilan) dengan harapan dapat melahirkan lulusan-lulusan SMK yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri," katanya usai penandatanganan.

Hal ini selaras dengan program pemagangan yang sudah dijalankan perusahaan bagi pelajar dan mahasiswa secara simultan. Hanya saja, program Vokasi industri ini lebih tersistem dan terstruktur dengan kurikulum yang jelas.

"Dan yang terpenting, siswa usai melaksanakan program ini akan mendapatkan sertikat sebagai hasil dari uji kompetensi sesuai dengan jurusan studinya," jelasnya.

Acara peluncuran program pendidikan vokasi untuk membangun link and match ini dilakukan oleh 375 SMK dengan 115 perusahaan industri yang ada di provinsi Jawa Tengah.

Ia menambahkan, sebelumnya Semen Gresik juga telah menandatangani perjanjian kerjasama program pendidikan vokasi industri dengan 9 SMK di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Tuban pada Februari 2017 lalu. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help