Hari Kartini

Semua Petugas Upacara di SDIT Cahaya Ummat adalah Perempuan

Semua Petugas Upacara di SDIT Cahaya Ummat adalah Perempuan memperingati Hari Kartini pada Jumat (21/4/2017) pagi tadi.

Semua Petugas Upacara di SDIT Cahaya Ummat adalah Perempuan
tribunjateng/deni setiawan/IST
Semua Petugas Upacara di SDIT Cahaya Ummat adalah Perempuan memperingati Hari Kartini pada Jumat (21/4/2017) pagi tadi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Nyaris serupa dengan sejumlah sekolah di Kabupaten Semarang, Sekolah Dasar Islam Terpada (SDIT) Cahaya Ummat Bergas Kabupaten Semarang menggelar upacara bendera memperingati Hari Kartini pada Jumat (21/4/2017) pagi tadi.

Berbeda dengan upacara bendera yang kerapkali dilaksanakan tiap Senin, di sekolah yang berada di Jalan Kalinjaro Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang seluruh petugas upacara adalah perempuan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Jumat (21/4/2017), Kepala SDIT Cahaya Ummat Bergas Al Munawarah mengutarakan, sekitar 516 siswa mengikuti upacara peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan di halaman sekolah itu.

"Mulai dari pemimpin upacara, komandan kompi, Pembina, pembaca UUD 1945, hingga petugas paduan suara, seluruhnya diperankan guru-guru perempuan. Sedangkan guru laki-laki hanya diberi amanat untuk mendampingi siswa di barisan paling belakang," kata Munawarah.

Namun, lanjutnya, yang membedakan dibandingkan sekolah lain adalah dalam penggunaan seragam saat upacara. Jika sekolah lain rata-rata baik guru maupun siswa menggunakan seragam kebaya atau beskap. Di sekolah tersebut cukup seragam Korpri bagi guru-gurunya dan siswa seragam pramuka.

"Kami memang sengaja. Bagi kami, yang lebih utama adalah niatannya dan kami ingin semakin buktikan diri apabila upacara peringatan Hari Kartini tak sekadar upacara seremonial. Yang utama bagi kami adalah meneruskan perjuangan serta cita-cita RA Kartini saat ini," jelasnya.

Menurutnya, ketika itu, RA Kartini berkeinginan agar para wanita Indonesia dapat berperan dalam membangun negeri tercinta. Salah satu caranya melalui kacamata religi (Islam) yakni untuk tetap menjaga nilai-nilai utama agama sebagai seorang muslimah Indonesia.

"Dalam kesempatan ini, kami pun berharap serta mengajak para siswa untuk kembali dan semakin melihat sejarah. Tak lupa pula diharapkan mereka seluruhnya dapat meneruskan cita-cita RA Kartini di masa mendatang," ujar Munawarah. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help