Siswa KB-TK Bernardus Kompak Kenakan Baju Adat Peringati Hari Kartini

Pagi itu, ratusan siswa-siswi KB-TK Pengudi Luhur Bernardus Semarang kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air

Siswa KB-TK Bernardus Kompak Kenakan Baju Adat Peringati Hari Kartini
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Seorang guru KB-TK Pengudi Luhur Bernardus Semarang sedang berbincang dengan para siswa, Jumat (21/4). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang wali murid, Maria Rosiana, terlihat sibuk mendandani, Maria Fiona (5) anaknya di KB-TK PL Bernardus Semarang, Jumat (21/4). Pagi itu, ia sengaja datang mengantar buah hatinya ke sekolah lebih awal agar tidak ketinggalan merayakan peringatan hari kartini.

"Kali ini anak saya pilih baju Bodo dari Sulawasi. Pakaian ini dipilih sesuai keinginan anak sendiri. Dia katanya suka dengan baju Bodo karana bagus dan berwarna pink," ujar Maria.

Pagi itu, ratusan siswa-siswi KB-TK Pengudi Luhur Bernardus Semarang kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air. Mereka sengaja berpakaian tradisional untuk memeriahkan perayaan hari kartini, pejuang emansipasi wanita.

"Ngak ribet sih, paling cuma harus datang lebih pagi buat ambil pakaian dan supaya ada banyak waktu untuk mendandani. Rewelnya kalau kegerahan karenakan baju adat kan banyak aksesoris yang mesti dipakai," ujarnya.

Maria menambahkan, agar praktis, pengadaan baju adat dikoodinator oleh salah satu wali murid. Sedangkan yang lain tinggal membayar biaya sewa dan menggunakannya di saat hari H.

Menurutnya kegiatan semacam ini bagus untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.

"Sebelumnya wali murid tinggal pilih busana adat yang diinginkan lewat katalog foto-foto. Karena pesannya dalam jumlah banyak, ramai-ramai gitu jadi biaya sewa juga saya rasa lebih murah dibanding nyewa sendiri diluar," imbuhnya.

Sementara itu, seorang wali murid lainnya, Rahmah Wulandari, sengaja memilihkan busana tradisional dari Bugis kepada anaknya karena dinilai lebih simple digunakan. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk mendadaninya. "Apalagi anak saya cowok, ngak perlu make up yang berlebih," ujarnya.

Kepala Sekolah KB-TK Pengudi Luhur Bernardus Semarang, Anastasia Kiswati, menjelaskan, kegiatan implementasi dari program kurikulum 2013 ini diisi berbagai performance dari para siswa dengan masing-masing talenta yang dimiliki.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help