Home »

Jawa

Tangisan Siti Pecah, Setelah Pukul Pakai Uleg-uleg dan Tusukkan Pisau, Dimaafkan di Depan Sidang

Tangisan Siti kian tak terbendung saat suami, Agustinus Magang, yang hadir sebagai saksi, justru menyatakan telah memberi maaf.

Tangisan Siti Pecah, Setelah Pukul Pakai Uleg-uleg dan Tusukkan Pisau, Dimaafkan di Depan Sidang
surabaya.tribunnews.com/Anas Miftakhudin
Siti Komariyah menangis usai mendapat maaf dari suaminya sendiri di persidangan PN Surabaya, Kamis (20/4/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA -- Siti Komariyah (27), perempuan yang menjadi terdakwa di sidang Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (20/4/2017) karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap suaminya, tak kuasa menahan air mata selama sidang berlangsung. 

Tangisan Siti kian tak terbendung saat suami, Agustinus Magang, yang hadir sebagai saksi, justru menyatakan telah memberi maaf. 

Di hadapan majelis hakim, Agustinus bercerita awal mula dirinya mendapatkan perilaku kasar dari terdakwa. “Awalnya bertengkar, kemudian dia (terdakwa) menusukkan pisau ke tubuh saya,” tutur Agustinus pada majelis hakim.

Ketika pertengkaran berlangsung, Agustinus tak hanya ditusuk pisau, tapi juga dipukul bagian wajah. Akibat pukulan yang dilakukan terdakwa, wajah Agustinus luka di pelipis mata.

"Atas mata saya luka, tapi sekarang sudah sembuh,” ungkapnya.

Meski begitu, Agustinus mengaku tetap menyayangi terdakwa yang sampai saat ini masih berstatus sebagai istrinya. “Saya masih sayang dengan istri saya. Ya pak saya memaafkannya,” akunya kepada mejelis hakim.

Hakim pun lantas memberi kesempatan pada terdakwa untuk minta maaf kepada Agustinus. Ketika minta maaf, terdakwa tak kuasa menahan tangis. Tak hanya itu, berkali-kali dua sejoli pasangan suami istri itu langsung berpelukan untuk menunjukkan bahwa di antara mereka telah saling memaafkan.

Dalam dakwaan terungkap, KDRT itu berawal saat terdakwa minta uang Rp 1 juta pada suaminya untuk bayar utang. Namun Agustinus tidak memberi uang pada terdakwa.

Dalam keadaan bingung karena ditagih, terdakwa lantas mengutarakan niatnya untuk menjual perhiasan pada Agustinus. Tak bergeming, Agustinus pun tetap tak mengizinkan niat istrinya itu.

Jengkel dengan sikap Agustinus, terdakwa mengambil ulek-ulek dan memukulkannya ke wajah Agustinus.

Terdakwa makin kalap lalu mengambil pisau di dapur rumahnya dan menusukkan pisau itu ke tubuh Agustinus.

Atas perbuatan terdakwa, Agustinus mengalami luka-luka di wajah dan tubuhnya.

Pria itu kemudian melaporkan Siti ke polisi sehingga Siti dijerat dengan pasal 44 ayat 2 subsider pasal 44 ayat 4 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help