TribunJateng/

Warga Gembongsari Semarang Andalkan Sirine dan Lampu Sorot di Perlintasan Kereta

Saat ini, warga mengandalkan sirine dan lampu sorot di dekat jalur perlintasan. Mereka memasang peranti keamanan itu secara mandiri.

Warga Gembongsari Semarang Andalkan Sirine dan Lampu Sorot di Perlintasan Kereta
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Polisi mengecek lokasi motor tertabrak kereta di perlintasan tak berpalang pintu di Gombongsari, Tambakrejo, Gayamsari, Jumat (21/4/2017). 

"Demi keamanan bersama. Kereta aman, warga juga aman," jelas Dedi.

Terpisah, Manajer Humas KAI Daop 4, Edy Kuswoyo, memaparkan pemasangan palang perlintasan sebidang memang wewenang perusahaannya.

Perlu diketahui, pemasangan palang pintu harus melalui sejumlah prosedur.

"Warga setempat melalui kelurahan dan kecamatan meminta ke Pemkot Semarang. Selanjutnya dari tingkat Pemkot ke Dishub Kota Semarang. Setelah itu dirapatkan secara matang dengan KAI untuk operasionalnya," terang Edy.

Mewakili KAI dan pribadi, Edy menghaturkan dukacita bagi keluarga korban yang tertabrak kereta di Gombongsari.

Sesuai keterangan masinis KA Kalijaga, motor yang dikendarai korban bersama dua bocah sempat terhenti di tengah rel.

"Masinis melihat para korban tapi kereta tak bisa direm secara mendadak karena membahayakan penumpang. Sebelum melintasi lokasi kejadian, masinis sudah membunyikan bel kereta atau semboyan 35," jelasnya. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help