TribunJateng/

Perdana, Belanja di Pasar Tradisional Bisa Gunakan Aplikasi Tumbasin

Dengan penuh inovasi, sehingga lahirlah sebuah aplikasi yang memudahkan para ibu rumah tangga melaksanakan aktifitasnya di rumah

Perdana, Belanja di Pasar Tradisional Bisa Gunakan Aplikasi Tumbasin
Istimewa
Foto saat sosialisasi di Cari free day Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --   Lima pemuda Semarang  ini dengan memanfaatkan teknologi dengan dengan jargon smartcity . Dengan penuh inovasi, sehingga lahirlah sebuah aplikasi yang memudahkan para ibu rumah tangga melaksanakan aktifitasnya di rumah, khususnya dalam menyediakan bahan-bahan makanan untuk keluarga.

Aplikasi tersebut diberi nama “Tumbasin”. sebuah aplikasi yang memudahkan masyarakat khususnya saat ini kota Semarang untuk berbelanja di pasar tradisional

 "Tumbasin lahir berkat kesadaran sosial akan berkurangnya pasar tradisional dari tahun ke tahun," ungkap CEO tumbasin, Bayu (28) beberapa waktu lalu.

 Tumbasin atau Tumbas.in juga menyelesaikan permasalahan bagi wanita karir dan ibu muda yang tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja di pasar tradisional. 

 "Solusi yang kami tawarkan yaitu tidak adanya waktu luang bagi wanita karir dan ibu muda untuk berbelanja di pasar tradisional, yaa Tumbasinlah solusinya," tambah Bayu meyakinkan.

Mereka masing-masing adalah Bayu (28), Fuad (21), Faozi (23), Tri (23), dan Aji (25). Karya tangan mereka hadir pertama kali melalui Gerakan Nasional 1000 start-up digital di Kota Semarang pada November 2016 lalu.

Aplikasi ini bisa memenuhi kebutuhan, mulai dari kebutuhan pokok, harian, mingguan hingga bulanan masyarakat di Indonesia. Sehingga tidak lagi ada kesenjangan harga dari setiap daerah.

Untuk saat ini per 2 April 2017 aplikasi Tumbasin bisa di download di Playstore. Area cakupannya sementara hanya wilayah Kota Semarang. Ke depannya akan mengenspansi wilayah Jawa tengah, DIY, dan Indonesia tentunya sehingga bisa memangkas kesenjangan harga dari setiap daerah di Indonesia. 

Selain menyelesaikan permasalahan sosial di Indonesia tim tumbasin berharap bisa menjadi unicorn selanjutnya, dengan merangkul Pasar-pasar tradisional di Asia Tenggara, yang mana pokok utama yaitu memudahkan ibu rumah tangga dan wanita karir untuk berbelanja di Pasar Tradisional

"Pokok utama kami juga kedepannya bisa merangkul pasar tradisional di Asia tenggara untuk memudahkan ibu rumah tangga dan wanita karir berbelanja di Pasar Tradisional secara Online," Jelas Bayu.

Tumbas.in, Lindungi Hutan dan Sampah Muda, menjadi tiga startup digital semarang yang lolos ke tahap inkubasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Ketiganya dinobatkan menjadi startup terbaik dalam tahapan Bootcamp untuk Kota semarang.  (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help