TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

Pengembang Rumah Bersubsidi Diminta Manfaatkan Program Pinjaman Perumahan BPJS Ketenagakerjaan

Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah meminta kepada para pengembang untuk menyasar kalangan pekerja

Pengembang Rumah Bersubsidi Diminta Manfaatkan Program Pinjaman Perumahan BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUN JATENG/M SYOFRI KURNIAWAN
Maket perumahan milik sebuah pengembang yang ikut REI Expo IV di atrium Mal Paragon Semarang, Kamis (20/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah meminta kepada para pengembang untuk menyasar kalangan pekerja.

Hal itu menyusul dikeluarkannya kebijakan pinjaman perumahan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Dengan kebijakan tersebut, para pengembang rumah bersubsidi semakin mudah mencari konsumen.

Pasalnya, selain memanfaatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah, juga bisa menjalankan program BPJS tersebut.

"Sehingga ini harus benar-dimanfaatkan. Potensi pasar terbesar itu di pekerja," kata Wakil Ketua REI Jateng Bidang Rumah Susun dan Sederhana, Andi Kurniawan, beberapa waktu lalu.

Program pinjaman perumahan dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut, tentunya akan mendorong realisasi pertumbuhan pada 2017 ini yang mana ditargetkan pembangunan rumah bersubsidi mencapai 16.000 unit.

"Di awal 2017 ini baru tercapai 3.000 unit rumah bersubsidi di Semarang dan sekitar," jelasnya.

Ia berharap program tersebut dimanfaatkan para pekerja khususnya yang belum memiliki rumah. Selain kemudahan pembiayaan, bunga KPR yang murah menjadi daya tarik bagi pekerja yaitu 5% per tahun dari sebelumnya 7,5 persen per tahunnya.

"Bunganya sudah sudah diturunkan sehingga ini murah sekali. Kami berharap pekerja di Jateng bisa kerjasama dengan kami," harapnya.

kebijakan pinjaman perumahan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini diperuntukan bagi peserta dengan dibuktikan kartu kepesertaannya. Sistemnya, peserta mengajukan pinjaman perumahan yang dananya ditalangi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Pekerja itu harus terdaftar sebagai peserta. Kemudian, aturan BI (Bank Indonesia), ada slip gaji karena nanti persetujuannya juga melihat dari pemasukan gajinya," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pemuda, Semarang, Pepen Supendi Almas.

Program ini dikeluarkan untuk memberikan keuntungan atau benefit tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sekaligus, membantu pemerintah dalam ketersediaan tempat tinggal bagi warga yang belum memiliki rumah.

"Kemudahan lain bagi peserta yaitu masa pelunasannya yang relatif panjang sehingga ringan yaitu bisa sampai 20 tahun," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help