TribunJateng/

SUCCESS STORY

KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua

KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua. Apa alasan orangtua menunjuk Anda sebagai generasi penerus usaha?

KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua
tribunjateng/raka f pujangga
KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua. 

TRIBUNJATENG.COM - Dipanggil pulang dari Australia untuk melanjutkan usaha orangtua, De Koning Restaurant and Bakery, Joyce sempat pesimistis. Akhirnya, dia menerapkan ilmu yang didapat selama bekerja di pabrik cokelat sebagai strategi mempertahankan usaha keluarga.

Apa saja yang dilakukan generasi kedua pemilik usaha De Koning Restaurant and Bakery, Joyce Deviani Wijaya, berikut wawancara dengan wartawan Tribun Jateng Raka F Pujangga di Semarang, belum lama ini.

Apa alasan orangtua menunjuk Anda sebagai generasi penerus usaha?
Tinggal di Australia selama 15 tahun membuat saya sebenarnya sudah tak ingin pulang ke Indonesia. Apalagi, di sana, saya memiliki pekerjaan mapan di pabrik cokelat. Karena itu, saat diminta pulang, saya tak langsung mengiyakan.

Tapi, kalau saya tidak pulang, siapa yang akan melanjutkan usaha orangtua? Kakak saya sudah punya kehidupan di Jakarta, sementara adik saya ambil kedokteran yang pastinya akan punya kesibukan sebagai dokter. Yang paling memungkinkan untuk melanjutkan usaha ini ya saya. Akhirnya, 2007 saya pulang dan bersedia mengambil tugas dari orangtua itu.

Saat itu, langsung mantap menjalankan usaha bidang kuliner ini?
Awalnya tidak. Saya sempat berpikir untuk coba-coba, kalau tidak berhasil melanjutkan usaha ini saya akan kembali ke Australia. Tapi ternyata, pada 2008 saya memutuskan untuk menikah. Tidak mungkin saya kembali ke sana (Australia) juga. Seolah tak punya pilihan, saya fokus menjalankan dan mengembangkan usaha orangtua.

Apa yang Anda lakukan?
Tak sekadar menjual produk yang sudah ada di menu De Koning, saya memberikan alternatif. Latar belakang saya yang pernah bekerja di pabrik cokelat menginspirasi saya membuat menu khusus cokelat. Saya buat Le Wiji Cake and Chocolate Boutique di De Koning.

Cokelat yang saya tawarkan jenis praline, cokelat yang memiliki isian, semisal green tea, cinnamon atau kayu manis, juga chili (cabai). Saat itu, tak banyak yang membuat cokelat praline. Kebanyakan hanya menggunakan kacang mete sebagai isian padahal cokelat bisa berisi macam-maca. Bahkan, cokelat bisa diisi sambal.

Apakah strategi ini berhasil?
Memang tidak langsung membuahkan hasil. Saya juga harus sering mengikuti pameran untuk mengenalkan Le Wiji, bahkan sampai sekarang masih saya lakukan.
Dari segi produk, saya juga sempat mengalami kendala. Di antaranya terkait kualitas cokelat. Karena kebiasaan bekerja di perusahaan asing yang mengedepankan kualitas, saya pun ingin seperti itu. Harus menggunakan bahan baku top agar cokelat yang dihasilkan juga kualitas super.

Ternyata, ini tak bisa sepenuhnya saya terapkan karena jatuhnya, harga yang kami berikan mahal. Kalau terlalu mahal, tak banyak yang membeli. Akhirnya, saya menggunakan strategi mengombinasi bahan impor dengan bahan lokal yang kualitasnya juga bagus. Sehingga, selain enak, harga yang dibanderol masih bisa dijangkau konsumen di Semarang.

KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua.
KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua. (tribunjateng/raka f pujangga)

Selain pemilihan bahan, apa yang dilakukan?
Saya lakukan riset pada penyuka cokelat. Pecinta cokelat itu bermacam-macam, ada yang suka cokelat manis tapi ada juga yang suka cokelat pahit. Itu sebabnya, saya suguhkan menu-menu itu dan mengombinasikan agar diterima. Misalnya, saya membuat cokelat yang tak terlalu menis tapi isiannya yang manis. Atau, membuat dark chocolate yang pahit tapi punya isian yang manis. Jadi, yang suka manis dan penyuka cokelat pahit sama-sama bisa mengonsumsinya.

Sekarang, ada sekitar 30 varian rasa cokelat praline. Kalau ditotal, kue dan minuman, bisa lebih dari 100 varian.

Bagaimana cara meyakinkan dan menggandeng karyawan dalam menerapkan strategi bisnis kuliner yang baru ini?
Saya libatkan mereka dalam pengembangan produk. Awalnya, mereka kan terbiasa membuat menu yang ditawarkan De Koning, sekarang mereka harus juga membuat untuk menu di Le Wiji. Tapi, meski pembuatan kue dan adonan dibantu karyawan, untuk finishing tetap saya yang ambil alih.
Saya juga menanamkan kepada pegawai bahwa customer is king. Itu sebabnya, setiap saat, pelayanan yang diberikan harus terbaik. Jangan sampai konsumen yang datang kecewa.

KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua.
KISAH SUKSES Joyce Deviani Kembangkan Usaha Kuliner De Koning Warisan Orangtua. (tribunjateng/raka f pujangga)

Apa rencana Anda ke depan?
Saya berharap, bisa mengembangkan usaha ini di tempat lain. Tapi, untuk langkah awal pengembangan, rencananya masih di sekitar Semarang belum sampai ke luar kota.

Target lainnya, setiap tahun minimal ada 20 menu baru. Khusus untuk cokelat Le Wiji, saya ingin punya produk dari cokelat tapi disuguhkan sebagai makanan utama atau main course. Selama ini kan cokelat hanya disajikan sebagai minuman atau hidangan penutup. (tribunjateng/cetak/raf)‎

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help