TribunJateng/

Liputan Khusus

SEPI, Jelang Pilkada Serentak Jateng 2018 belum Ada Tokoh Penantang Ganjar

SEPI, Jelang Pilkada Serentak Jateng 2018 belum Ada Tokoh Penantang Ganjar. Konsultan politik masih sepi order

SEPI, Jelang Pilkada Serentak Jateng 2018 belum Ada Tokoh Penantang Ganjar
tribunjateng/cetak/grafis ilham cahyo
AGENDA PILKADA SERENTAK JATENG 2018 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Jawa Tengah 2018, lembaga survei dan konsultan politik daerah siap bersaing dengan lembaga asal ibukota. Satu di antaranya adalah Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesia pimpinan Joko Prihatmoko, seorang akademisi Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Ia mengatakan, lembaga surveinya selama ini terbukti valid. Terutama hasil survei untuk Pilgub 2014 lalu. Ketika itu ia disewa salah satu kandidat pilgub pada H-4 bulan.

"Saat lembaga survei asal Jakarta memberi data yang meleset, kami satu-satunya yang memberi hasil survei secara akurat, bahkan nyaris presisi dengan hasil real count KPU saat itu," kata warga Ngaliyan Kota Semarang tersebut, kemarin. Menjelang Pilkada serentak 2018, sudah ada dua bakal calon kepala daerah di dua kabupaten yang mendekatinya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo deklarasi tolak berita hoax, Minggu 8 Januari 2017
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo deklarasi tolak berita hoax, Minggu 8 Januari 2017 (tribunjateng/hermawan handaka)

Gelaran pilkada serentak diakuinya cukup merepotkan. Hingga kini, ia mengaku baru bisa menangani survei untuk dua kabupaten untuk pilkada tingkat kabupaten/kota. Joko menggunakan metode multistates random sampling sejak awal proses.

"Tidak menunggu pencoblosan. Kalau exit poll jelas survei per TPS sesaat setelah pemilih mencoblos dan hasilnya jelas akurat," katanya.

Ia memastikan surveyor daerah lebih bisa dipegang. Sebab, setelah survei, surveyor daerah tidak akan kemana-mana. Para surveyor daerah punya tanggungjawab moral terhadap Jateng. "Kalau surveyor asal Jakarta, setelah survei langsung pulang. Meleset tidak meleset tidak ada rasa bersalah, biasanya mereka tutup dengan exit poll," ucapnya.

Seberapa pengaruh survei terhadap elektabilitas seorang calon? Joko mengatakan cukup berpengaruh jika dikemas untuk masyarakat yang baru saja paham media. Namun, dalam perjalanan ada lembaga survei yang membuat survei “Asal Calon Senang”.

Hasil survei akan berubah menjadi semacam iklan jika tidak sesuai etika. Ia menyebut ada lembaga survei yang tidak memisahkan antara divisi konsultan dan surveyor elektabilitas. Hasilnya, hasil survei bisa dijadikan alat konsultasi atau malah jadi iklan. "Hal yang dilakukan surveyor seperti itulah yang membuat masyarakat skeptis terhadap hasil survei," ucapnya.

========================================
Geliat pilkada serantak di Jateng masih stagnan
Baru beberapa bakal calon menyewa konsultan politik
Konsultan politik asal Jakarta belum masuk
Biaya konsultan politik bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran
========================================

Masih sepi

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help