TribunJateng/

KASUS NARKOBA

Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Internasional Jalani Sidang Perdana di PN Semarang

Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Internasional Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (25/4/2017).

Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Internasional Jalani Sidang Perdana di PN Semarang
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Internasional Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (25/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat terdakwa kasus jaringan narkoba internasional yang melibatkan napi Lapas Nusakambangan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (25/4/2017).

Keempat terdakwa yang dihadirkan adalah Soelistyo Wibowo, Fendi Suryo Kusumo, Modita Delina Susanto, dan Sutrisno alias babe yang merupakan narapida Lapas Nusakambangan kasus narkotika.

JPU Kejati Jateng, Kurnia, mengatakan keempat terdakwa didakwa menggunakan pasal berlapis. Dalam dakwaannya, dua orang terdakwa adalah Soelistyo Wibowo, Fendi Suryo Kusumo merupakan jaringan dari Sutrisno.

"Soelitstyo awalnya dikenalkan Sutrisno oleh Modita Delina di Lapas Nusakambangan pada November 2016. Kemudian Sutrisno menelpon Soelistyo untuk mengambil paketan yang ada di Jakarta untuk dikirim ke Surakarta," ujarnya.

Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Internasional Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa 25 April 2017
Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Internasional Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa 25 April 2017 (tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas)

Lalu Soelistyo juga diminta beberapa kali oleh Sutrisno untuk mengantar sabu yang akan diedarkan di wilayah Surakarta.

Terdakwa menerima paket berisi sabu seberat 3 ons dari sesorang di daerah Pademangan Jakarta Utara. Sabu tersebut diserahkannya dengan terbungkus nasi uduk.

"Terdakwa mendapatkan upah Rp 4,5 juta," ujarnya.

Selanjutnya, terdakwa diminta kembali mengambil paket berwarna biru berisi sabu seberat lima ons di daerah pasar Minggu Kalibata Jakarta Selatan. Sabu tersebut akhirnya dibawa ke Surakarta naik bus. Sabu tersebut dikirimkannya ke sebuah kampus.

"Terdakwa mendapatkan upah seesar Rp 7,5 juta. Terdakwa juga diminta kembali mengambil sabu seberat 8 ons di Jakarta dengan upah Rp 12 juta. Bulan Desember 2016, Soelistyo kembali diminta untuk mengambil sabu seberat 1 kilogram oleh Sutrisno di Jakarta untuk dibawa ke Surakarta," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help