Pilgub Jateng

Pilkada Jateng 2018 Bakal Ramai di Medsos

Konsultan media sosial, Kartika Djoemadi, memerkirakan Pilkada serentak di Jateng 2018 bakal ramai di media sosial.

Pilkada Jateng 2018 Bakal Ramai di Medsos
GOOGLE
Ilustrasi media sosial 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Konsultan media sosial, Kartika Djoemadi, memerkirakan Pilkada serentak di Jateng 2018 bakal ramai di media sosial.

Founder Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) itu menyatakan, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hingga pertengahan tahun 2016, terdapat 132,7 juta orang yang menggunakan internet di Indonesia. Tahun 2017 pasti lebih besar dari angka itu.

"Jika dilihat dari jumlah populasi penduduk, Jawa Tengah merupakan wilayah terbesar ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menggunakan internet," kata perempuan yang turut memenangkan Jokowi saat Pilgub DKI Jakarta dan Pilpres itu pada Tribun jateng, kemarin.

Ia menuturkan sebagian besar pengguna internet mengakses media sosial. Sehingga pengaruh media sosial bagi perhelatan Pilkada tahun 2018 menjadi sangat signifikan.

Sebagai orang yang berhasil menggalang 30 ribu relawan medsos pada Pilpres lalu, Kartika belum mempunyai gambaran mengenai Pilkada di Jateng khususnya Pilgub.

"Saya sendiri bekerja di media sosial bukanlah berdasarkan hal bersifat komersial. Kami bekerja atas dasar sukarela untuk membantu tokoh-tokoh yang dianggap jujur, adil, tegas, berkinerja baik dan potensial untuk menjadi pelayan warga," katanya.

Seberapa mahal biaya pemenangan Pilkada melalui media sosial? Kartika menuturkan biaya pemenangan sangat relatif. Hal itu tergantung kebutuhan dan kepentingan paslon. Menurutnya, konsultan media sosial tidak hanya berperan dalam memberikan saran mengenai konsep dan strategi dalam berkampanye.

Seorang konsultan juga harus dapat membangun jaringan relawan yang bekerja secara sukarela setiap saat untuk menyebarkan pesan positif kepada publik.

Perempuan kelahiran Semarang itu berujar media sosial saat ini sangat powerfull dalam membangun opini dan persepsi publik. Dari sisi biaya media sosial relatif lebih murah jika dibandingkan dengan media konvensional.

Selain itu media sosial juga mempunyai jangkauan pesan yang tinggi dan efek viral yang besar.

"Jika digunakan secara proporsional dan tepat guna, media sosial mempunyai implikasi positif bagi penggunanya. Sebaliknya jika digunakan dengan menggunakan akun anonim untuk mem-bully lawan politik, dan menyebarkan pesan negatif (hoax), pastinya media sosial akan membawa implikasi negatif bagi publik," jelasnya.

Kartika mengungkapkan dalam menggunakan kanal-kanal di media sosial, para pengguna media sosial dibatasi sekaligus dilindungi oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sehingga harus selalu berhati-hati agar tidak terjerat kasus hukum. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help