PKB Jatim Dukung Madura Jadi Provinsi, Asalkan Ini Syaratnya

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, menyoroti satu di antara wilayah di Jatim dengan kemiskinan yang cukup tinggi adalah Madura.

PKB Jatim Dukung Madura Jadi Provinsi, Asalkan Ini Syaratnya
GOOGLE.MAP
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat gempabumi tektonik guncang Pulau Madura bagian barat, Senin (20/2/2017) pukul 13.14 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - DPW PKB Jawa Timur mengakui kemiskinan di Jatim masih tinggi tak lepas karena kurangnya kualitas kepemimpinan di daerah masing-masing.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, menyoroti satu di antara wilayah di Jatim dengan kemiskinan yang cukup tinggi adalah Madura.

"Kalau di Madura ada beberapa aspek yang menyebabkan masih tingginya tingkat kemiskinan di sana. Berdasarkan hasil survei salah satunya disebabkan sosok leadership-nya," ungkap Halim, Selasa (25/4/2017).

Ketua DPRD Jatim ini juga menyebut faktor lain yang menyebabkan masih tingginya tingkat kemiskinan di sana karena masih rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Guna mengatasi masalah krisis kepemimpinan tersebut, ia akan menawarkan kader PKB. Calon pemimpin yang menurut Halim, memiliki kriteria pas untuk karakter masyarakat Madura.

"Ada beberapa kriteria yang wajib dimiki calon bupati di Madura. Selain amanah dan memiliki etos kerja tinggi, juga harus berasal dari Madura. Kriteria yang terakhir ini paling utama," ujar Halim.

"Apabila masyarakat Madura dipimpin oleh orang yang juga berasal dari Madura, saya optimistis perkembangan rakyat Madura juga akan lebih optimal. Hal itulah yang ditawarkan oleh PKB," ia menegaskan.

PKB memang mencalonkan beberapa kadernya menjadi bupati di beberapa daerah di Madura. Di antaranya, Badrut Tamam untuk bakal calon bupati Pamekasan, dan Mundir Rofii untuk bakal calon bupati Bangkalan.

"Saya akan meminta kader PKB yang dipercaya menjadi calon pemimpin di sana untuk membuat rencana jangka panjang terkait peningkatan kualitas SDM. Salah satu caranya melalui pendidikan," ulas dia.

Apabila kualitas SDM di Madura sudah optimal, Halim mendukung penuh kemungkinan Madura menjadi sebuah provinsi.

"Saya adalah satu di antara orang yang mendukung adanya pembentukan provinsi Madura," kata Halim.

"Satu syaratnya: kualitas SDM di Madura harus baik terlebih dahulu. Kalau butuh waktu 45 tahun untuk memperbaiki, ya masyarakat harus menunggu selama itu. Intinya, semangat menjadi lebih baik itu harus dilakukan bersama-sama," kata dia. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved