TribunJateng/

Polres Semarang Tangkap Dua Pencuri Lintas Provinsi di Babadan

Keduanya diringkus setelah mencuri barang milik Eko Pamuji warga Demak yang diletakkan di dalam mobil Mitsubishi T120SS H-1765-HG milik korban.

Polres Semarang Tangkap Dua Pencuri Lintas Provinsi di Babadan
tribunjateng/dok
Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso menyatakan wilayah Kabupaten Semarang masih aman, dan tidak ada aksi teror di tempat ibadah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang menangkap kawanan pelaku pencurian lintas provinsi.

Kedua pelaku tersebut yakni adalah Eko Sukarno (47) warga Bakalan, Bendo, Sidoarjo Jawa Timur dan M Nazamuddin Arief (45) warga Pucanganom, Kebonsari, Madiun Jawa Timur.

Keduanya diringkus setelah mencuri barang milik Eko Pamuji warga Demak yang diletakkan di dalam mobil Mitsubishi T120SS H-1765-HG milik korban.

Mobil saat itu diparkir di lokasi parkir Pasar Babadan, Langensari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Saat kejadian, korban sedang berdagang dan dagangannya tidak jauh dari lokasi parkir.

Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso mengatakan, dari penyelidikan diketahui bila sasaran yang dilakukan kawanan tersebut adalah mobil yang diparkir di pasar tradisional.

"Pelaku sudah mengawasi kegiatan keseharian korbannya, ketika korban lengah mereka langsung beraksi menggunakan alat yang dibawanya," ujar Kapolres, Rabu (26/4/2017).

Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan beberapa barang bukti.

Barang bukti tersebut yakni tiga kunci leter T berbahan besi, satu unit Toyota Avanza L-1763-KQ, kunci kotak lengkap dengan remot, selembar STNK nomor 0072378, gantungan kunci dompet, dua tas warna hitam, dan mobil Mitsubishi T120SS H-1765-HG.

"Modusnya dengan merusak kunci pintu lalu mengambil barang yang ada di dalamnya. Ketika beraksi di Pasar Babadan, pelaku diketahui oleh warga. Mereka kemudian lari menggunakan mobil Avanza, dalam pengejaran yang bersangkutan berhasil ditangkap di Ngawi Jawa Timur," sambungnya.

Pelaku Eko mengaku, dia tidak pernah mencuri mobil ataupun motor.

Yang dilakukan hanya sebatas mengambil barang yang ditinggal di dalam mobil.

"Butuh waktu singkat untuk membuka pintu. Kunci leter T saya buat sendiri. Aksi pencurian biasanya saya lakukan sendirian, kadang juga mengajak teman," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP juncto 53 ayat 1 dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help