TribunJateng/

Viral di Medsos

HEBOH Pengakuan Yonas Diculik dan Dilatih Kelompok Teroris di Salatiga Diragukan oleh Kapolres

HEBOH Pengakuan Yonas Diculik dan Dilatih Kelompok Teroris di Salatiga Diragukan oleh Kapolres

HEBOH Pengakuan Yonas Diculik dan Dilatih Kelompok Teroris di Salatiga Diragukan oleh Kapolres
tribunjateng/dok
HEBOH Pengakuan Yonas Diculik dan Dilatih Kelompok Teroris di Salatiga Diragukan oleh Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto belum dapat memberikan banyak komentar berkait informasi seorang pria Yonas Prayoga (27) warga Rangkas Bitung Lebak Banten yang mengaku diculik orang tak dikenal dan didesak untuk mengikuti pelatihan kelompok teroris.

Pengakuan disampaikan Yonas dengan cara melapor ke Mapolres Jakarta Barat pada Rabu (26/4/2017) sekitar pukul 03.00. Berdasarkan informasi itu, yang bersangkutan merasa diculik dan dipaksa mengikuti pelatihan teroris di wilayah Salatiga.

"Kami sudah dengar informasi dan juga membaca pemberitaan di media online. Tetapi yang saat ini masih bingung, Salatiga memangnya ada hutan? Adanya hutan kota itu pun tidak mungkin digunakan untuk kegiatan pelatihan," ujar Kapolres kepada Tribun Jateng, Kamis (27/4/2017).

Seusai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga Terpilih dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga Tahun 2017 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga, pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi.

"Begitu mendengar hal tersebut, kami juga sudah memerintah jajaran anggota di Unit Reskrim dan Intel Polres Salatiga untuk menelusuri atau mengecek tentang kebenaran informasi tersebut. Sejak sore tadi, banyak pihak yang tanya kepada kami," jelasnya.

Sembari itu, pihaknya pun menunggu kepastian dari Mapolres Jakarta Barat maupun Polda Metro Jaya yang saat ini masih memeriksa pria yang mengaku diculik tersebut. Secara prinsip, pihaknya akan menindaklanjuti seluruh informasi yang masuk, terlebih berkait wilayah hukum Salatiga.

"Laporan atau informasi apapun akan kami terima sekecil apapun. Kami pun pasti akan menindaklanjutinya. Tetapi sementara ini kami belum bisa memberikan komentar banyak. Kami pun masih sangsi atas pengakuan itu. Mungkin Salatiga coret atau daerah lainnya," terangnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help