TribunJateng/

Izin HO Masih Jadi Penghambat Masuknya Investasi ke Jawa Tengah

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, berupaya menggenjot masuknya investasi di Jateng di tahun 2017 ini.

Izin HO Masih Jadi Penghambat Masuknya Investasi ke Jawa Tengah
net
Bursa Efek Indonesia Luncurkan Pusat Informasi Go Public, Ini Seluk Beluk Investasi di Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, berupaya menggenjot masuknya investasi di Jateng di tahun 2017 ini. Namun masih ada kendala regulasi di tingkat kabupaten dan kota.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo menjelaskan, banyak regulasi yang menghambat pertumbuhan investasi.

Di antaranya adalah adanya izin gangguan atau HO yang selama ini menjadi hambatan terbesar bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi.

Permasalahannya, lanjutnya, HO di kabupaten dan kota terkadang dijadikan sebagai target pendapatan daerah. Sehingga HO biasanya harus diperbarui tiap dua sampai tiga tahun sekali di pemkab/pemkot.

"Kita sudah kumpulkan semua pemerintah kabupaten/kota untuk minta ke pusat agar mencabut HO itu melalui Perpu (peraturan pemerintah pengganti undang undang)," kata Prasetyo, Jumat (28/4/2017).

Kendala berikutnya, belum semua kabupaten dan kota menyerahkan proses perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), melainkan masih ada yang harus melalui tanda tangan Bupati. Misalnya Izin Lingkungan.

"Mestinya cukup di PTSP namun harus ada tanda tangan Bupati," katanya.

Kendala selanjutnya adalah penyusunan dokumen Amdal dan Andalalin, masing-masing memiliki 'rezim' proses perizinan sendiri-sendiri. Mestinya cukup digabung. "Ini sedang kita perjuangan di pusat," ujarnya.

Sejumlah regulasi itu menurut Prasetyo, menjadi kendala yang menyebabkan investasi tak sekencang seperti ketika berada di kawasan industri. Karena jika di kawasan industri semua cukup satu pintu di PTSP.

Halaman
12
Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help