TribunJateng/

Realisasi Investasi Triwulan Pertama di Jateng Mencapai Rp 11,9 Triliun

Menurut Kepala DPMPTSP Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo, pencapaian tersebut meningkat sebesar 30,68 persen dibanding 2016 pada periode yang sama.

Realisasi Investasi Triwulan Pertama di Jateng Mencapai Rp 11,9 Triliun
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN Dubes Prancis tinjau Kota Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng mencatat, di tri wulan I tahun 2017 target investasi di Jateng telah melampui target.

Jika di tri wulan pertama ditargetkan sejumlah Rp 10,1 triliun, ternyata realisasinya telah mencapai Rp 11,9 triliun.

Menurut Kepala DPMPTSP Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo, pencapaian tersebut meningkat sebesar 30,68 persen dibanding 2016 pada periode yang sama. Ia optimistis, target pemerintah pusat untuk Jateng di tahun ini sebesar Rp 41,7 triliun akan tercapai.

"Saya percaya ini jadi awal yang baik. Sehingga target Rp 41,7 triliun bisa tercapai dan bahkan terlampuhi," kata Prasetyo, Jumat (28/4/2017).

Ia menyebutkan, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) diketahui naik drastis, namun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) diakui mengalami penurunan.

Data PMA realisasinya mencapai Rp 6,9 triliun atau meningkat 133 persen dibanding tahun lalu hanya Rp 2,9 triliun. Sedangkan PMDN turun dari Rp 5,28 triliun menjadi Rp 4,97 triliun atau turun 5,75 persen.

"Dan total serapan tenaga kerja mencapai 318.000 orang, yang PMDN sejumlah 9.800 orang dan yang PMA sejumlah 21.991 orang," ungkapnya.

DPMPTSP Provinsi Jateng juga memberikan peringkat untuk jumlah investasi PMA dalam lima besar secara berurutan antara lain tertinggi adalah Jepang, Korsel, Singapura, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Lokasinya berada di Jepara, Batang, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang.

Sedangkan PMDN dalam lima besar secara berurutan antaralain tertinggi adalah di Kabupaten Pekalongan, Karanganyar, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, dan Demak.

"Untuk sektornya, PMDN berada di sektor transportasi, industri tekstil, makanan, logam, elektronik, barang karet, dan mineral logam. Untuk PMA, ada di sektor kelistrikan yaitu di PLTU Jepara, tekstil, kulit, dan makanan," jelas Prasetyo. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help