TribunJateng/

Baru 40 Persen Perusahaan di Demak yang Sertakan Pegawainya di BPJS Ketenagakerjaan

Hak pekerja bukan hanya gaji. Hak itu antara lain meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun,

Baru 40 Persen Perusahaan di Demak yang Sertakan Pegawainya di BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Majapahit memakai kostum dokter saat memberi pelayanan di kantornya di Jalan Majapahit, Semarang, Selasa (2/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kesadaran pemilik perusahaan mendaftarkan pegawai dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih rendah.

BPJS Ketenagakerjaan Majapahit yang membawahi Kabupaten Demak dan sebagian Kota Semarang mencatat hanya 40 persen perusahaan yang sadar mendaftarkan personelnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Majapahit, Yosef Rizal, melontarkan kritik atas sikap para pemberi kerja yang enggan mengikutsertakan pegawainya dalam jaminan sosial.

"Kalau tak mau memberi jaminan ketenagakerjaan, tak usahlah jadi pengusaha," kata Yosef di sela-sela perayaan May Day di kantornya, Selasa (2/5/2017).

Yosef menjelaskan hak pekerja bukan hanya gaji melainkan juga jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hak itu antara lain meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, dan jaminan hari tua.

"Hak pekerja itu bukan hanya gaji melainkan juga jaminan sosial ketenagakerjaan. Jadi kami mengimbau pengusaha untuk bisa memberikannya," terang dia.

Menurutnya, keberadaan pegawai untuk perusahaan sangat penting karena pekerja merupakan aset.

"Tanpa ada pekerja, perusahaan tidak akan berjalan. Maka pekerja itu jangan diintimidasi, berikanlah hak-haknya," tandas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help