TribunJateng/

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pegandon Minta Pemasangan Tiang Pancang Dihentikan Selama Ujian

Bahkan, lokasi sekolah yang berada di Desa Rejosari, Ngampel, tersebut juga terkena proyek jalan tol.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pegandon Minta Pemasangan Tiang Pancang Dihentikan Selama Ujian
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Siswa SMP Negeri 2 Pegandon terlihat serius mengerjakan ujian nasional di tengah proyek jalan tol, Rabu, (4/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Di tengah pengerjaan proyek jalan tol Batang-Semarang, sebanyak 200 siswa SMP Negeri 2 Pegandon tampak serius mengerjakan soal ujian nasional berbasis kertas dan pensil di hari ke tiga, Kamis (4/5/2017).

Kepala SMPN 2 Pegandon, Gunadi, menjelaskan, selama ujian berlangsung, pihaknya meminta pelaksana proyek jalan tol menghentikan proses pengerjaan pemasangan tiang pancang pembangunan.

Pasalnya, jarak lokasi pemasangan dengan sekolah hanya 500 meter.

"Suara dan getaran saat proses pemasangan tiang panjang sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Jadi kami meminta agar berhenti sementara selama ujian berlangsung" ujarnya.

Bahkan, lokasi sekolah yang berada di Desa Rejosari, Ngampel, tersebut juga terkena proyek jalan tol.

Meski demikian, Gunadi menegaskan proses pembongkaran sekolah dilaksanakan jika sekolah pengganti yang berada di utara sudah dibangun.

"Jumlah siswa sini ada 600 lebih. Selama bangunan pengganti belum ada tentu kami akan kesulitan bila sekolah ini dibongkar terlebih ada ujian dan tes sekolah," paparnya.

Lahan sekolah pengganti ukuran 7.000 meter persegi tersebut lebih kecil dibanding lahan sekolah saat ini yang berukuran 9.000 meter persegi.

Meski demikian, rencananya sekolah pengganti akan dibuat bertingkat.

Selain itu, akan ada tambahan fasilitas pengganti seperti lapangan olahraga dan laboratorium bahasa. (*)

Penulis: dini
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help