TribunJateng/

Tanggapi Dorongan Yang Inginkan Dirinya Maju Cawapres, Ahok: Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat di SIni

Ahok yang masih menjabat gubernur DKI hingga Oktober 2017, dikaitkan dengan sejumlah jabatan penting di pemerintahan.

Tanggapi Dorongan Yang Inginkan Dirinya Maju Cawapres, Ahok: Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat di SIni
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri deklarasi Pilkada damai di Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab banyak dorongan yang ingin dirinya mencalonkan diri menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo, pada Pilpres 2019.

Ahok yang masih menjabat gubernur DKI hingga Oktober 2017, dikaitkan dengan sejumlah jabatan penting di pemerintahan.

Menanggapi hal itu, Ahok pesimistis.

Menurutnya, menjadi wakil presiden merupakan hal yang sulit diwujudkan.

"Mau jadi gubernur aja susah, ini lagi mau jadi wapres. Kafir mana boleh jadi pejabat di sini," kata Ahok lalu tertawa di Balai Kota DKI, Kamis (4/5/2017).

Mantan bupati Belitung Timur ini menegaskan, usai lengser sebagai gubernur ia tidak akan menduduki jabatan politis di pemerintahan.

Ahok juga memastikan dirinya tidak akan bergabung ke partai politik mana pun. Ia berniat menjadi pembicara.

"Saya sudah putuskan selesai ini, saya akan jadi pembicara saja. Enggak masuk partai politik, enggak mau jadi menteri, enggak jadi staf presiden, semua enggak. Kita ngajar aja, jadi mendidik aja," ujar Ahok.

Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi, Minggu (30/4/2017) dini hari.

Perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 3.240.987 suara atau setara 57,96 persen.

Adapun pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat memeroleh 2.350.366 suara atau setara 42,04 persen.

Dengan hasil tersebut, maka Anies-Sandi akan menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang baru. Keduanya akan dilantik pada Oktober mendatang.

Sedangkan penetapan keduanya sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih akan dilakukan pada 4 Mei 2017.

Ahok lalu dihubung-hubungkan dengan jabatan di pemerintahan. Kursi Menteri Dalam Negeri disebut-sebut cocok dengan karakter Ahok. Selain jabatan di pemerintahan, mantan politikus Partai Gerindra ini juga didorong menjadi kepala daerah melalui pilkada serentak tahun depan. (Wahyu Aji)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help