TribunJateng/

Penghobi Fotografi Ini Ramai-ramai Berburu Foto Tematik

Saat ada kegiatan hunting foto, komunitas ini membuat beberapa tema yang menyesuaikan tren yang sedang menonjol.

Penghobi Fotografi Ini Ramai-ramai Berburu Foto Tematik
IST
Anggota Mata Semarang Photography Club memotter model dalam sebuah kegiatan komunitas tersebut 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berada di tengah-tengah ratusan para fotografer, Annas Yusuf Yarisma (37) merasa komunitas Mata Semarang Photography Club atau bisa disingkat MSPC memiliki banyak manfaat bagi anggotanya.

Annas yang merupakan ketua komunitas tersebut menilai ilmu-ilmu fotografi yang kerap didiskusikan setiap setelah hunting menjadi pembelajaran sendiri bagi anggotanya.

Mereka ini umumnya menggeluti bidang fotografi sebagai hobi, bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai bidang profesi.

"Komunitas ini sudah ada sejak tahun 1998 dan sekarang yang tercatat sudah ada 200 anggota lebih bergabung. Hampir setiap hari, kami selalu bertemu, walau hanya beberapa orang saja. Namun, manfaat ilmu fotografi secara gratis bisa kami dapatkan dari komunitas ini," jelasnya kepada Tribun Jateng, Jumat (5/5/2017).

Annas menjelaskan kegiatan rutin yang sering dilakukan komunitas ini adalah berburu obyek foto bersama.

Baca: Mata Semarang Photography Club Wadahi Para Penghobi Fotografi

Bahkan bukan hanya terbatas di dalam Kota Semarang, hunting foto mereka lakukan hingga ke luar kota.

Obyek yang sering mereka foto saat berada di luar kota, yakni acara festival maupun kehidupan hiruk-pikuk kota tersebut.

Annas yang menjabat sebagai ketua hingga 2018 nanti juga menerangkan, di dalam komunitas ini terdapat berbagai macam genre foto.

Saat ada kegiatan hunting foto, komunitas ini membuat beberapa tema yang menyesuaikan tren yang sedang menonjol.

"Fotografi saat ini yang baru tren itu street photography, atau foto jalanan. Jadi saat kami jalan-jalan di suatu lokasi, apapun yang ada di sana bisa menjadi obyek foto kami. Biasanya setelah sesi foto selesai, kami akan berkumpul di suatu tempat untuk mendiskusikan hasil foto dari jepretan masing-masing anggota yang ikut," bebernya.

Latar belakang anggota komunitas ini berasal dari berbagai profesi dan status sosial.

Bahkan segala jenis kamera tetap bisa bergabung dengan komunitas ini.

Annas juga mempersilahkan siapapun yang ingin bergabung dengan komunitas.

"Hanya dengan syarat isi formulir dan biaya Rp 50 ribu bisa menjadi anggota komunitas selamanya. Kami pun juga tidak mengharuskan menggunakan kamera DSLR, bisa action camera, bahkan kamera ponsel juga bisa," pungkas Annas. (tribunjateng/cetak)

Penulis: faisal affan
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help