TribunJateng/

Smart Woman

Novie Moesa Angkat Tas Fashionable Berbahan Kain Lokal

Lapak tersebut memajang beragam tas wanita. Bila dicermati, tas tersebut menggunakan material kulit, batik, dan yang nampak paling menarik ialah

Novie Moesa Angkat Tas Fashionable Berbahan Kain Lokal
tribunjateng/akbar hari mukti
Novie produksi tas menggunakan material kulit, batik, dan yang nampak paling menarik ialah terdapat bordir wayang berwarna keemasan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sosok bertubuh mungil, berkacamata hitam, mengenakan kerudung biru, hangat menyapa orang yang mendekati lapak miliknya. Lapak sederhana berukuran 2 x 1,5 meter yang terletak di DP Mall Kota Semarang pada gelaran Pameran Craft dan Kuliner yang diselenggarakan Selasa-Minggu (2-7/5).

Lapak tersebut memajang beragam tas wanita. Bila dicermati, tas tersebut menggunakan material kulit, batik, dan yang nampak paling menarik ialah terdapat bordir wayang berwarna keemasan.

Novie Moesa (49), sosok wanita yang berada di antara tas yang terpajang, merupakan pemilik tas batik lokal merek Andjani.

Tas batik yang ia dirikan pada tanggal 11 Januari 2011 menggunakan logo melati dan batik kawung. Menurut wanita kelahiran Pemalang, Andjani merupakan sosok dewi yang menjadi ibunda dari Subali dan Sugriwa, tokoh wayang pada mitologi Ramayana. Selain nama sosok wayang, ia juga penggemar aktris asal Prancis bernama Isabelle Yasmine Adjani.

Novie produksi tas menggunakan material kulit, batik, dan yang nampak paling menarik ialah terdapat bordir wayang berwarna keemasan.
Novie produksi tas menggunakan material kulit, batik, dan yang nampak paling menarik ialah terdapat bordir wayang berwarna keemasan. (tribunjateng/akbar hari mukti)

"Cantik banget kan, ya," ujarnya, mengagumi sosok aktris veteran dari negara Menara Eiffel.
Novie, demikian wanita ini akrab disapa, menceritakan awal mula ketertarikannya melirik usaha tas batik. Pada medio 2010, ketika ia pergi ke ibukota dan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, ia menjumpai tas batik yang dipajang di gerai tas.

Di gerai tersebut, tas batik dibanderol dengan harga lebih dari Rp3 juta. Harga yang menurutnya sangat fantastis. Sementara ia sendiri pernah menemui tas yang memiliki kualitas material hampir sama, namun lebih murah. Sayangnya, kemurahan tersebut juga mempengaruhi kualitas tas. Harga yang ekonomis tak memperhatikan kerapihan jahitan, pemilihan kualitas material, hingga tidak memperhatikan nilai estetika sebuah produk.

====================================
Nama: Novie Moesa
Pendidikan: Ekonomi Unisulla 1993 dan Fashion Designer Susan Budiharjo
Alamat, workshop, dan showroom: Jalan Jeruk IV Nomor 29 Semarang
Pekerjaan: Departemen Keuangan Perhutani
Buku favorit: The Secret karya Rhonda Byrne
Anak bungsu kesembilan dari sembilan bersaudara
Tempat Tanggal Lahir: Pemalang, 14 November 1967.
Hobi: Travelling untuk mencari inspirasi.
"Dari mimpi dapat menjadi kenyataan dengan usaha"
====================================
Atas keprihatinan tersebut, ia pun berinisiatif membuat sebuah usaha yang akan menghasilkan produk tas yang memiliki kualitas baik, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Hingga kini, memasuki tahun ketujuh perjalanan merek dagangnya, ia tetap bertahan dengan identitas tas yang mengusung kekayaan tradisi, lokal namun memiliki kualitas internasional.

Jenis batik yang ia gunakan sebagai material tas ialah batik tulis solo, batik tulis pekalongan, batik tulis lasem, batik tulis bantul, hingga ia pun mengreasikan tenun Nusa Tenggara Timur, tenun Bali, tenun Maumere.

"Setiap tas saya unik karena untuk satu motif batik, hanya dapat digunakan maksimal hingga empat tas. Bahkan untuk jenis tenun, satu kain tenun hanya dapat digunakan untuk satu tas," ujarnya.

Keunikan tersebut mendapat apresiasi dari konsumen karena mereka tidak akan mendapatkan tas dengan corak, motif, warna, maupun model yang sama. Bila terdapat konsumen yang menginginkan tas dengan model yang sama persis dengan yang pernah ia produksi, konsumen harus bersabar menunggu rumah produksinya mendapatkan material yang diinginkan hingga memasuki proses produksi.

Halaman
123
Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help