TribunJateng/

Warga Demak Ingin Jalan ke Lokasi Ekowisata Mangrove Diperlebar

"Saat ini hanya bisa dilewati satu arah jika kendaraan besar seperti bus melintas, " terangnya

Warga Demak Ingin Jalan ke Lokasi Ekowisata Mangrove Diperlebar
Tribun Jateng/rival al manaf
Sekelompok mahasiswa dari UPGRIS menanam Mangrove di Desa Bedono, Sayung, beberapa waktu yang lalu. Kini, kawasan tersebut sudah menjadi objek wisata susur hutan Mangrove. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemkab Demak akan meresmikan tiga lokasi ekowisata mangrove pekan ini. Hutan mangrove dipandang mampu menjadi solusi abrasi dan meningkatkan pendapatan warga sekitar.

Bupati Demak, M Natsir mengklaim wilayah yang ia pimpin merupakan daerah yang terdampak abrasi paling parah dibandingkan dengan beberapa daerah lain di pantai utara Jateng.

"Kabupaten Demak mememiliki  panjang pantai sejauh 34 km, abrasi mencapi 798 hektare," jelas Natsir. Kecamatan Sayung menduduki peringkat tertinggi abrasi dengan 420 hektare.

Oleh karena itu menurutnya ekowisata bisa menjadi solusi menangani abrasi. Pemkab mendorong masyarakat untuk beralih dari pertanian padi ke sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata.

Terpisah, Muhammad Faizin, warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung menjelaskan saat ini warganya sudah tidak ada yang berprofesi sebagai petani.

"Kebanyakan beralih menjadi nelayan, namun karena semakin banyak nelayan hasil tangkapan juga menurun," jelasnya.

Menurutnya, sepuluh tahun lalu, desanya masih bisa ditanami padi. Kini padi tidak bisa tumbuh karena air laut sudah naik. Bahkan menenggelamkan dua dukuh di desa tersebut.

"Pantai Morosari yang sudah dua tahun ini diolah menjadi ekowisata Mangrove sedikit membuat masyarakat lega, kini banyak warga yang berdagang, menyediakan toilet umum, untuk wisatawan," bebernya.

Ia mengusulkan agar pemerintah memperlebar jalan beton menuju ke objek wisata. "Saat ini hanya bisa dilewati satu arah jika kendaraan besar seperti bus melintas, " terangnya.

(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help