TribunJateng/

Bupati Semarang Pertanyakan Kinerja Proyek Geothermal Gunung Ungaran

Menurutnya hingga batas akhir perpanjangan kontrak proyek PLTPB, bulan Oktober 2017, PT GIS belum melakukan pembicaraan sharing keuntungan

Bupati Semarang Pertanyakan Kinerja Proyek Geothermal Gunung Ungaran
tribunjateng/dok
Menanggapi rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2016 yang tidak layak dinilai, Bupati Semarang Mundjirin memiliki pembelaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin mempertanyakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau geotermal Gunung Ungaran yang dikelola PT Giri Indonesia Sejahtera (GIS).

Menurutnya hingga batas akhir perpanjangan kontrak proyek PLTPB, bulan Oktober 2017, PT GIS belum melakukan pembicaraan sharing keuntungan.

"Kalau sekarang belum ada (pembicaraan) sharing. Paling kami (Pemerintah Kabupaten) kalau tanah dapat PBB (pajak bumi dan bangunan). Kami juga berharap orang-orang Kabupaten Semarang dipakai untuk bekerja disitu (PLTPB)," ujar Mundjirin, Senin (8/5/2017).

Dari PLTPB Gunung Ungaran, Mundjirin berharap dapat menggunakan man power lokal atau memperkerjakan pekerja lokal sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran.

Akan tetapi pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan yang terbaru mengenai perkembangan eksplorasi PLTPB oleh PT GIS.

Sepengetahuan Mundjirin, PT GIS saat ini sudah menyerahkan ke pihak ketiga untuk mengerjakan eksplorasi panas bumi di lereng Gunung Ungaran tersebut.

"Kalau nanti tidak berhasil menggandeng mitra, bisa saja diputus (kontraknya). Oleh Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Manusia) akan dilelang ulang," sambungnya.

Selain PLTPB Gunung Ungaran, Pemkab Semarang saat ini juga tengah menantikan rencana eksplorasi panas bumi di Gunung Telomoyo yang masih dalam tahap peninjauan dan pemetaan.

Mundjirin menyebut bahwa potensi panas bumi Gunung Telomoyo lebih besar dari panas bumi Gunung Ungaran.

Dia juga menyebut PT GIS selaku pelaksana proyek PLTPB Gunung Ungaran mendapatkan peringatan pertama dari Kementerian ESDM, karena dinilai lambat melakukan percepatan kegiatan eksplorasi.

Padahal untuk mengejar target commercial operation date (COD) atau pengoperasian secara komersial tahun 2022, paling lambat tahun 2017 ini sudah harus dilakukan eksplorasi. 

(*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help