TribunJateng/

Joko Berharap Pemerintah Bikin Jalur Penyelamat di Lemahabang Kabupaten Semarang

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Joko Sriyono mengusulkan kepada pemerintah untuk dapat membuat jalur penyelamat

Joko Berharap Pemerintah Bikin Jalur Penyelamat di Lemahabang Kabupaten Semarang
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Diponegoro Ungaran, tepatnya di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang, Sabtu (6/5/2017) sekitar pukul 21.30. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Joko Sriyono mengusulkan kepada pemerintah untuk dapat membuat jalur penyelamat di sekitar kawasan Lemahabang Bergas Kabupaten Semarang.

Usulan itu disampaikannya ketika melihat dan mendengar berbagai informasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa bulan terakhir ini di jalur utama penghubung antara Bawen-Ungaran. Dan mayoritas pemicunya adalah dugaan rem blong kendaraan berat baik itu yang sedang bermuatan ataupun tidak.

"Kemarin Sabtu (6/5/2017) petang contohnya. Kecelakaan antara truk trailer bermuatan asbes dan tiga mobil pribadi di depan kantor DPRD Kabupaten Semarang. Informasinya karena truk tersebut mengalami rem blong," kata Joko kepada Tribun Jateng, Senin (8/5/2017).

Melihat dokumentasi kejadian itu, dia merasa cukup mengerikan dan diperlukan tindakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali atau setidaknya dapat diminimalisir. Dia pun tak menampik apabila hingga saat ini jalur turunan Lemahabang merupakan jalur tengkorak atau rawan terjadinya kecelakaan.

"Kami harapkan dan sangat mengharapkan pemerintah dapat peka atas berbagai kejadian kecelakaan di jalur nasional itu. Kami sudah sampaikan ke Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Perhubungan untuk dapat segera ditindaklanjuti," ujar warga Jalan Sumbawa Perum Gedang Asri Baru Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang itu.

Menurutnya, sudah semestinya pemerintah dapat menyediakan jalur penyelamat di sekitar lokasi rawan terjadinya kecelakaan itu. Bahkan sangat diperlukan pula untuk memfungsikan kembali jembatan timbang sebagai langkah antisipasi dini dalam meminimalisir kejadian kecelakaan lalu lintas akibat rem blong dan muatan berlebih.

"Kami harapkan Dinas Perhubungan setempat bisa semakin peka. Segera minta kepada Pemerintah Pusat untuk pembuatan jalur penyelamat. Terkait pembebasan lahan sebagai titik lokasi pembuatan jalur penyelamat bisa dikoordinasikan bersama antara Pemkab Semarang dan Pemerintah Pusat," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Semarang itu.

Dia menambahkan, adapun yang menurutnya cocok dijadikan lokasi pendirian atau pembuatan jalur penyelamat itu yakni di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lemahabang atau sebelum The Wujil dari arah Bawen menuju Ungaran Kabupaten Semarang. 

(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help