TribunJateng/

Investasi Manufaktur di Jawa Tengah Ditargetkan Naik 10 Kali Lipat

Disperindag juga menargetkan nilai investasi industri pengolahan pada 2015 sebesar Rp 10,7 triliun naik 10 kali lipat menjadi Rp 104,3 triliun.

Investasi Manufaktur di Jawa Tengah Ditargetkan Naik 10 Kali Lipat
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Regional CEO Bank Mandiri Jateng-DIY Maqin Norhadi (kanan) dan Kepala Disperindag Jateng Arif Sambodo (kiri) dalam seminar di Hotel Noormans, Semarang, Selasa (9/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menyebut industri manufaktur merupakan tumpuan terbesar dalam pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.

Kepala Disperindag Jateng, M Arif Sambodo, menjelaskan industri pengolahan memiliki kontribusi terbesar mencapai 34,82 persen.

"Berarti sektor manufaktur menjadi tumpuan. Bahkan industri manufaktur ini lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Arif di sela-sela seminar Strategi Percepatan Pertumbuhan Sektor Industri Manufaktur di Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Noormans, Semarang, Selasa (9/5/2017).

Pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Tengah sebesar 5,48 persen, lebih tinggi daripada angka nasional sebesar 4,92 persen.

Hal ini pula yang mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi ini 5,28 persen, berada di atas nasional yang hanya 5,02 persen.

"Kalau dibedah lagi, dalam struktur industri iui yang terbesar adalah makanan dan minuman. Diikuti pengolahan tembakau, selanjutnya lain-lain di antaranya migas dan farmasi," papar dia.

Dari kondisi itu, instansinya memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dua kali lipat hingga 2035.

"Kami diamanahi penyerapan tenaga kerja naik dua kali lipat di tahun 2035, dari 3,2 juta tenaga kerja menjadi 6,2 juta tenaga kerja," jelas dia.

Disperindag juga menargetkan nilai investasi industri pengolahan pada 2015 sebesar Rp 10,7 triliun naik 10 kali lipat menjadi Rp 104,3 triliun.

"Tugas semua pihak untuk memacu target tersebut. Jangka pendek pada 2018, ada strategi pembangunan di daerah, sektor industri mana saja yang akan kami dorong," ungkapnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help