TribunJateng/

Warga Tetap Menolak Meski Jalan Tol Nanti Sudah Jadi

"Selama nilai ganti rugi lahan warga yang terkena tol tidak sesuai, warga akan tetap menolak,"

Warga Tetap Menolak Meski Jalan Tol Nanti Sudah Jadi
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Alat berat meratakan tanah pertanian desa Wungurejo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Koordinator warga Desa Wungurejo yang terdampak proyek jalan tol, Samsudin, menegaskan warga tetap menolak pembayaran ganti rugi meski proses eksekusi lahan telah dilakukan.

"Selama nilai ganti rugi lahan warga yang terkena tol tidak sesuai, warga akan tetap menolak dan tidak akan mengambil uang di pengadilan meski jalan tol ini jadi, " ujarnya, Selasa (09/05/2017).

Samsudin mengatakan sebenarnya mendukung proyek pembangunan jalan tol Batang Semarang namun warga hanya minta harga ganti lahan yang wajar.

"Hanya dua desa ini ( Desa Wungurejo dan Tejorejo) yang nilai ganti rendah dibanding desa lain yang tanahnya dihargai Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, kami merasa di dhalimi dengan harga ganti kerugian Rp 220 ribu per meter persegi, tidak manusiawi, " ungkapnya. (dni).

Panitera Pengadilan Negeri Kendal, Soedi Wibowo, mengatakan proses eksekusi sudah dilakukan sesuai prosedur.

Seban, pihaknya sudah melakukan pemanggilan konsinyasi dua kali pada warga yang terdampak proyek jalan tol dan melayangkan surat pemberitahuan penetapan dan memberi waktu untuk melepas tanahnya.

Soedi mengungkapkan sejak putusan banding MA, secara otomatis, kepemilikan warga atas lahan tersebut sudah batal demi hukum.

Sejauh ini pihak Pengadilan sudah melakukan sosialisasi pada warga tentang keputusan MA tersebut pada 11 April 2017 lalu.

Warga Desa Wungurejo melakukan aksi penolakan eksekusi lahan dengan memocong salah satu warga
Warga Desa Wungurejo melakukan aksi penolakan eksekusi lahan dengan memocong salah satu warga (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Dia mengungkapkan uang ganti rugi lahan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dititipkan ke Pengadilan Negeri Kendal untuk 98 bidang total sebesar Rp 24 miliar.

Dengan penerima terbesar atas nama Bejo Rp 1.189 miliar, sedangkan yang terkecil sebesar Rp 14 juta.

"Uang ganti rugi telah dititipkan di PN Kendal diambil saat ini atau 20 tahun tetap sama tanpa dikurangi satu rupiah pun, kami sudah melakukan semua sesuai prosedur hukum," tegasnya.

Dia menambahkam sampai saat ini sudah ada 32 orang di Desa Wungurejo dan Tugurejo yang telah menerima dan sudah diberikan surat keterangan ke kantor Badan Pertanahan Nasional Kendal.

“Kemarin sudah ada sebanyak 32 orang yang menerima, jika ada yang ingin mengambil uang ganti rugi silahkam datang ke PN Kendal,” terang Soedi. (*)

Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help