TribunJateng/

Dengan Sedih, Para Petani Memanen Kedelai Sebelum Lahannya Dilindas Backhoe. Nur : Ini Penindasan

Hamparan lahan pertanian yang hijau berisi beragam hasil bumi siap panen seketika hancur saat enam alat berat milik PT Waskita Karya melindasnya

Dengan Sedih, Para Petani Memanen Kedelai Sebelum Lahannya Dilindas Backhoe. Nur : Ini Penindasan
tribunjateng/dini
Ratusan warga terdampak proyek Jalan Tol di Desa Wungurejo, Kecamatan Ringunarum Kabupaten Kendal menggelar unjuk rasa, Selasa (9/5/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Hamparan lahan pertanian yang tampak hijau berisi beragam hasil bumi siap panen seketika hancur saat enam alat berat milik PT Waskita Karya melindas tanah subur di Desa Wungurejo, Selasa (9/5).

Suara tangisan dan kemarahan warga mengiringi proses pengosongan lahan terdampak proyek tol Semarang-Batang tersebut. Meski sebelumnya sempat protes dan menghalang-halangi petugas, sejumlah warga menaiki alat berat dan meminta petugas mematikan mesin alat berat.

"Mesine pateni rak yen rak kowe sing tak pateni (mesinnya matiin gak, kalau tidak kamu yang ku bunuh)," ujar salah satu warga dengan penuh emosi.

Nur Hayati Pasang Badan Mengadang Alat Berat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol proyek Semarang-Batang di Ringinarum kabupaten Kendal, Selasa (9/5/2017).
Nur Hayati Pasang Badan Mengadang Alat Berat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol proyek Semarang-Batang di Ringinarum kabupaten Kendal, Selasa (9/5/2017). (TRIBUNJATENG/DINI)

Suasana semakin memanas tatkala tiga alat berat yang tersembunyi keluar dari direrimbunan tanaman jagung yang berada di tengah lahan.

Sontak, warga langsung terjun dan berlari mengejar backhoe yang mulai melindas tanaman kedelai yang masih hijau.

Tidak hanya itu, tiga alat berat yang sempat ditahan warga di pinggir jalan mulai memasuki lahan warga. "Kae sopiri tarik, pateni (itu sopirinya tarik saja, bunuh), " ujar salah seorang pemuda warga setempat.

Bahkan, tidak sedikit ibu-ibu yang menangis histeris. Satu di antara Nur Hayati (35), yang ikut berlari mengejar alat berat dan menghentikan laju backhoe sambil menangis histeris.

Spanduk dihamparan sawah kedelai yang berisi perlawanan terhadap eksekusi jalan tol.
Spanduk dihamparan sawah kedelai yang berisi perlawanan terhadap eksekusi jalan tol. (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Namun, upaya warga itu tak membuahkan hasil. Alat-alat berat, dengan kawalan ratusan aparat kepolisian merengsek meratakan tanaman di lahan mereka.

"Aku sadar lakukan ini, ini namanya penindasan, " teriak Nur Hayati sambil menangis, melihat tanaman kedelai yang satu minggu lagi akan panen ini musnah.

Beruntung, sang suami datang dan menenangkan Nur Hayati. "Biar, ikhlaskan saja! Biar Allah yang membalas, " ujarnya sambil menarik sang istri.

Halaman
12
Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help