TribunJateng/

Rektor UKSW Kritisi Sistem Pendidikan Nasional Indonesia

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) John A Titaley mengkritisi sistem pendidikan nasional di Indonesia.

Rektor UKSW Kritisi Sistem Pendidikan Nasional Indonesia
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Dekan FKIP UKSW Yari Dwikurnaningsih memberikan kenang-kenangan kepada para pembicara dalam Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggaran di Balairung Universitas UKSW, Rabu (10/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) John A Titaley mengkritisi sistem pendidikan nasional di Indonesia.

Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia membuat anak didik belum beridentitas Indonesia.

Ia menyontohkan mata pelajaran agama yang dijadikan mata pelajaran wajib.

"Semestinya diwajibkan itu adalah tentang mata pelajaran religiositas Indonesia," katanya dalam Seminar Nasional Keberagaman dalam Pendidikan di Indonesia yang diselenggarakan di Balairung Universitas Kompleks Kampus UKSW Jalan Diponegoro Kota Salatiga, Rabu (10/5/2017).

Dengan begitu, setiap warga negara tak hanya sama di mata hukum namun juga di hadapan Tuhan.

Ia tidak menampik jika belakangan ini kerap dijumpai masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pangkal masalahnya, menurut dia, adalah karena belum solidnya pendidikan nasional di Indonesia.

"Untuk jadi negara maju, pendidikan harus mengacu pada identitas bangsa Indonesia, bukan pada identitas kesukuan," ucapnya.

Apa yang dikritisi Rektor UKSW tersebut diamini Ahmad Munjid, akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Halaman
123
Penulis: deni setiawan
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help