TribunJateng/

Tak Hanya Mahasiswi, Mucikari di Semarang Ini juga Tawarkan Janda dan IRT. Yang Paling Mahal . .

Pelaku mengaku tidak merekrut secara khusus perempuan-perempuan yang diperdagangkannya. "Mereka yang datang sendiri," jelasnya

Tak Hanya Mahasiswi, Mucikari di Semarang Ini juga Tawarkan Janda dan IRT. Yang Paling Mahal . .
KOMPAS.com/Mei Leandha
Ilustrasi Prostitusi online 

TRIBUNJATENG.COM - NYD (37), mucikari prostitusi online di Kota Semarang yang ditangkap Direskrimsus Polda Jateng, mengatakan, tak hanya menjajakan mahasiswi, tetapi juga ibu rumah tangga (IRT) atau janda.

Menurut dia, tarif yang dikenakan berbeda-beda. Dari tarif itu, tersangka mengambil sebagian sebagai upah jasa sebagai mucikari.

"Paling mahal untuk mahasiswi yang berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk sekali pakai jasanya. Sementara untuk ibu rumah tangga atau janda, tarif yang dikenakan sebesar Rp 500 ribu, kata NYD usai diperiksa di Direskrimsus Polda Jateng, Selasa (9/5).

Pelaku mengaku tidak merekrut secara khusus perempuan-perempuan yang diperdagangkannya.

"Mereka yang datang sendiri," jelasnya.

Rata-rata, lanjut dia, para wanita yang terjerumus di dunia prostitusi itu berlatar belakang ekonomi dan gaya hidup.

"Ada ibu rumah tangga yang mengaku mencari uang tambahan, kalau yang mahasiswi biasanya untuk mengikuti gaya hidup," papar NYD.

NYD diketahui mengoperasikan 15 akun aktif di Twitter yang masing-masing mempromosikan seorang pekerja seks komersial (PSK).

Dia juga memiliki 50 follower yang diduga sebagai pelaku prostitusi.

Cara pemesanannya cukup mudah, melalui akun Twitter tertentu yang dioperasikan NYD.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help