TribunJateng/

Tiap Usai Panen Raya, Warga Blora Gelar Tradisi Sedekah Bumi

Tradisi ini digelar‎ sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, atas limpahan berkah selama setahun terakhir

Tiap Usai Panen Raya, Warga Blora Gelar Tradisi Sedekah Bumi
istimewa
Warga mempersiapkan makanan yang akan didoakan, untuk kemudian diperebutkan dan dimakan bersam-sama. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Tiap setahun sekali, sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu, warga Dukuh Banyubang, Desa Bangoan, Kecamatan Jiken, Blora, mengelar tradisi sedekah bumi atau sering disebut gas deso, usai panen raya.

Tradisi ini digelar‎ sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, atas limpahan berkah selama setahun terakhir.

‎Seorang warga setempat, Sarimin, mengatakan sedekah bumi merupakan tradisi, yang telah dilakukan secara turun temurun, dan terus di lestarikan hingga kini.

"Setiap setahun sekali, pada Rabu Kliwon, kami menggelar tradisi sedekah bumi yang sudah lama dilakukan. Ini bentuk wujud syukur warga atas capaian hasil pertanian selama setahun terakhir," ujarnya, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng.

Menurutnya, hampir seluruh warga desa mengikuti tradisi sedekah bumi. Semua warga menyumbangkan makanan, antara lain berupa ambeng nasi dan lauk-pauk, untuk kemudian didoakan dan dimakan bersama-sama dengan warga se-desa.

"Semua bawa makanan dan dijadikan satu, setelah didoakan nanti mereka berebut makanan tersebut. Diyakini jika dapat makanan banyak tentu rejeki yang di dapat tahun ini juga banyak," terangnya .

Kepala Desa Bangoan, Sudarto, menjelaskan bahwa rangkaian acara sedekah bumi dimulai sejak sehari sebelumnya. “Setiap tradisi sedekah bumi pasti sangat meriah, musim hujan maupun musim kemarau tidak mempengaruhi acara yang setiap tahun di gelar ini, sebab tradisi sedekah bumi terus di lestarikan,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan acara tersebut kerukunan dan gotong royong antar warga terus terjalin, untuk menjadikan desa yang adem tentrem tanpa adanya masalah.

"Tentu ini peninggalan budaya yang perlu kita lestarikan bersama, sehingga tradisi sedekah bumi dan di lanjut royok nasi pun juga harus di lestarikan," pungkasnya.

(*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help