TribunJateng/
Home »

Video

VIDEO Siswi SD-SMA Mengenakan Longdress Berbahan Sampah Plastik

VIDEO Siswi SMA Mengenakan Longdress Berbahan Sampah Plastik tampak luwes lenggak lenggok memperagakan busana di atas panggung bak peragawati

VIDEO Siswi SD-SMA Mengenakan Longdress Berbahan Sampah Plastik
tribunjateng/galih permadi
VIDEO Siswi SMA Mengenakan Longdress Berbahan Sampah Plastik tampak luwes lenggak lenggok memperagakan busana di atas panggung bak peragawati 

\

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sultana Nur Fauziah dan lima temannya tampak luwes lenggak lenggok memperagakan busana di atas panggung bak peragawati sungguhan. Namun bukan busana batik atau dari desainer terkenal, siswi SMAN 14 Semarang tersebut menampilkan busana berbahan limbah plastik.

Rabu (10/5) siang, Fauziah mengikuti gelaran yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mengusung tema “Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Cara Hidup Sehat”. Ribuan murid SD hingga SMA hadir dalam gelaran yang digelar di hall Balaikota Semarang.

Untuk membuat busana model long dress, Fauziah menghabiskan waktu selama sebulan. Hal paling sulit yakni mencari bahan limbah plastik. "Paling sulit nyari bahannya. Saya harus nyari bungkus deterjen di tong-tong sampah sampai ke tukang rosok," ujarnya.

Fauziah membutuhkan ratusan bungkus deterjen untuk membuat busana tersebut. "Setelah dapat lalu dibersihkan. Dicuci saja. Lalu dibentuk. Kalau busana panjang memang agak susah. Biayanya tidak terlalu mahal sekitar Rp 30 ribu," ujarnya.

Dalam gelaran tersebut juga diajarkan penerapan Reuse, Reduce, dan Recycle. Para murid diajarkan mengelola bank sampah hingga membuat kerajinan tangan dari limbah an organik yang tidak bisa terurai.

Murid yang hadir kebanyakan merupakan anggota Duta Adiwiyata tiap sekolah. Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang menerapkan pola hidup sehat dan peduli lingkungan dengan pengolahan sampah.

Guru Adiwiyata SMPN 34 Semarang, Prihatin mengatakan dunia pendidikan harus cantik dan asri sehingga diperlukan pembelajaran peduli lingkungan dan pengelolaan sampah bagi murid-murid.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan saat ini ada sekitar 50 sekolah adiwiyata dari tingkat SD hingga SMA sederajat.

"Kami targetkan tiap tahun dibentuk 10-15 sekolah adiwiyata yang menerapkan norma menjaga lingkungan, mengolah sampah, hingga membuat bank sampah. Diharapkan mereka bisa jadi duta peduli lingkungan dan memberi contoh bagi teman-teman di sekolah maupun lingkungan sekitar," ujarnya. (tribunjateng/galih permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help