TribunJateng/
Home »

Video

MENCEKAM Saat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol di Kendal, Ini Video Warga Pasang Badan

MENCEKAM Saat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol di Kendal, Ini Video Warga Pasang Badan

MENCEKAM Saat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol di Kendal, Ini Video Warga Pasang Badan
TRIBUNJATENG/DINI
Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang.

Ratusan warga merangsek menghadang alat berat tersebut. Bahkan tampa dalam video ini ada beberapa orang berusaha menghentikan mesin alat berat, dengan naik ke tempat kemudi. Namun kemudian dihalau oleh warga lain.

Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang.
Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang. (TRIBUNJATENG/DINI)

Ratusan aparat Polres Kendal pun merangsek ke lokasi. Mereke segera turun ke sawah menghalau warga yang mendekat ke mesin berat. Dan ... mesin berat pun lanjut dalam eksekusi lahan untuk jalan tol tersebut.

Koordinator warga Desa Wungurejo yang terdampak proyek jalan tol, Samsudin, menegaskan warga tetap menolak pembayaran ganti rugi meski proses eksekusi lahan telah dilakukan.

Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang.
Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang. (TRIBUNJATENG/DINI)

"Selama nilai ganti rugi lahan warga yang terkena tol tidak sesuai, warga akan tetap menolak dan tidak akan mengambil uang di pengadilan meski jalan tol ini jadi, " ujarnya, Selasa (09/05/2017).

Samsudin mengatakan sebenarnya mendukung proyek pembangunan jalan tol Batang Semarang namun warga hanya minta harga ganti lahan yang wajar.

"Hanya dua desa ini ( Desa Wungurejo dan Tejorejo) yang nilai ganti rendah dibanding desa lain yang tanahnya dihargai Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, kami merasa dizalimi dengan harga ganti kerugian Rp 220 ribu per meter persegi, tidak manusiawi, " ungkapnya.

Panitera Pengadilan Negeri Kendal, Soedi Wibowo, mengatakan proses eksekusi sudah dilakukan sesuai prosedur.

Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang.
Pelaksanaan eksekusi lahan untuk proyek jalan tol di Wungurejo Kabupaten kendal berlangsung mencekam. Selasa 9 Mei 2017 disaksikan oleh ratusan warga dari beberapa desa, beberapa alat berat meratakan persawahan yang akan dilintasi jalan Tol Semarang-Batang. (TRIBUNJATENG/DINI)

Seban, pihaknya sudah melakukan pemanggilan konsinyasi dua kali pada warga yang terdampak proyek jalan tol dan melayangkan surat pemberitahuan penetapan dan memberi waktu untuk melepas tanahnya.

Soedi mengungkapkan sejak putusan banding MA, secara otomatis, kepemilikan warga atas lahan tersebut sudah batal demi hukum.

Sejauh ini pihak Pengadilan sudah melakukan sosialisasi pada warga tentang keputusan MA tersebut pada 11 April 2017 lalu. (Tribun Jateng/Dini suciatiningrum)

Penulis: dini
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help