TribunJateng/

Biar Laku Keras di Salatiga, Ini Pesan PJ Wali Kota Kepada PT Sejahtera Sunindo Trada

Namun ada beberapa catatan yang harus dilakukan agar target penjualan dapat optimal tercapai

Biar Laku Keras di Salatiga, Ini Pesan PJ Wali Kota Kepada PT Sejahtera Sunindo Trada
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Direktur PT Sejahtera Sunindo Trada (SST), Ariadi mendampingi para pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Salatiga berkeliling melihat fasilitas yang tersedia di outlet Suzuki roda empat di Jalan Diponegoro Nomor 170 Kota Salatiga, Senin (15/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Penjabat Wali Kota Salatiga Achmad Rofai beserta beberapa pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Salatiga memenuhi undangan dalam peresmian showroom PT Sejahtera Sunindo Trada (SST) Salatiga, Senin (15/5/2017).

Dalam sambutannya, Rofai menjamin kepada pihak manajemen Suzuki apabila seluruh produk-produk yang dipasarkan secara nasional saat ini akan laku di Kota Salatiga. Namun ada beberapa catatan yang harus dilakukan agar target penjualan dapat optimal tercapai.

"Masyarakat Salatiga memang sangat haus terhadap kendaraan roda empat. Dan tidak menampik diri seluruh orang pasti sangat ingin memilikinya. Jika mau cepat laku, tolong beri harga jual yang terjangkau kepada mereka. Jika harganya bisa murah apabila mudah dalam urusan kredit, tentunya akan banyak yang beli," kata Rofai.

Selain itu, lanjutnya, perlu diperkuat dalam hal sosialisasi berkait produk yang hendak dipasarkan di Salatiga. Mereka para calon konsumen tentu pula butuh atau memerlukan pemahaman secara terbuka dan transparan terkait produk yang ditawarkan sehingga tak akan kecewa di kemudian hari pasca membelinya.

"Tanpa cara pemasaran yang tepat dan baik, kami pun yakin produk apapun akan sulit laku di Salatiga. Nah sekarang tergantung dari pihak Suzuki, sudah memikirkan hal tersebut atau belum. Karenanya tak salah jika Suzuki memilih Salatiga. Ini adalah kota sebagai pasar yang sangat strategis dan potensial jika dioptimalkan," ucapnya.

Terakhir, tambahnya, sebagai permohonan sekaligus konsekuensi ketika perusahaan apapun mendirikan suatu usaha, tentu berkaitan dengan sumberdaya manusia (SDM) atau tenaga kerja. Seyogyanya Suzuki pun dapat merekrut tenaga kerja yang ada di sekitar.

"Sekadar informasi. Berdasarkan catatan kami pada akhir 2016, total warga yang menganggur atau pengangguran mencapai sekitar 5.500 orang atau naik sekitar 1.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Semoga Suzuki pun bisa membantu untuk menurunkan angka itu di sini," tuturnya.

Terpisah, General Manager PT Sejahtera Sunindo Trada, Isbowo Priyo Haryono kepada Tribun Jateng, Senin (15/5/2017), mengutarakan telah berusaha secara optimal menjawab apa yang menjadi pesan dari pihak Pemerintah Kota Salatiga. Terutama berkaitan penyerapan tenaga kerja lokal di Kota Hati Beriman ini.

"Total karyawan yang kami pekerjakan di Suzuki Salatiga ada sekitar 45 orang. 70 persennya kami ambil dari masyarakat sekitar (Salatiga). Dan menurut kami, itu sebagai konsekuensi serta komitmen perusahaan terhadap daerah yang dijadikan titik pendirian outlet Suzuki," terangnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help