TribunJateng/

Pembangunan Pasar Johar

Hendi Lega Pemerintah Pusat Sokong Pembangunan Pasar Johar hingga Rp 100 M

Hendi Lega Pemerintah Pusat Sokong Pembangunan Pasar Johar hingga Rp 100 M

Hendi Lega Pemerintah Pusat Sokong Pembangunan Pasar Johar hingga Rp 100 M
tribunjateng/dok
Hendi Lega Pemerintah Pusat Sokong Pembangunan Pasar Johar hingga Rp 100 M 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi agar pemerintah pusat segera mencairkan dana bantuan pembangunan Pasar Johar membuahkan hasil. Tahun ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menggelontorkan bantuan dana Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar.

Keputusan itu diperoleh Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, ketika melakukan pertemuan dengan Menkeu, Sri Mulyani, di Jakarta, Jumat (12/5) lalu.

"Pemerintah pusat setuju membantu dana pembangunan Pasar Johar. Tahun ini antara Rp 50 miliar sampai Rp 100 miliar. Nanti dari kementerian akan mengirimkan surat resmi ke pemkot," ujarnya, Senin (15/5).

Kebanyakan pedagang Pasar Johar di tempat relokasi sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) masih mengeluhkan kondisi jual beli yang sepi. FOTO diambil hari Kamis, 27 April 2017
Kebanyakan pedagang Pasar Johar di tempat relokasi sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) masih mengeluhkan kondisi jual beli yang sepi. FOTO diambil hari Kamis, 27 April 2017 (tribunjateng/galih permadi)

Hendi mengatakan, tahun ini Pemkot Semarang telah menganggarkan Rp 50 miliar untuk penguatan bangunan cagar budaya, sedangkan bantuan pemerintah pusat tahun ini akan diarahkan untuk pembangunan secara bertahap di bangunan cagar budaya.

"Tidak hanya tahun ini, bantuan dana dari pemerintah pusat tahun depan direncanakan akan turun lagi, sehingga pembangunan Pasar Johar diharapkan bisa selesai sesuai dengan target," katanya.

Asisten II Bidang Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Semarang, Ayu Entys menuturkan, telah menerima arahan dari wali kota terkait dengan adanya bantuan dana dari pemerintah pusat.

Pasar Johar yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Semarang terbakar, Sabtu (09/05) malam. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.45 WIB diduga karena adanya korsleting listrik.
Pasar Johar yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Semarang terbakar, Sabtu (09/05) malam. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.45 WIB diduga karena adanya korsleting listrik. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

"Tidak hanya pemerintah pusat, saya juga dapat informasi pemerintah provinsi juga siap membantu. Kami akan tindak lanjuti segera. Pak wali terus berjuang untuk Pasar Johar," paparnya, usai pertemuan dengan Komisi B DPRD Kota Semarang dan perwakilan pedagang Pasar Johar di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Semarang.

Ayu menyatakan, seharusnya lelang tahap satu penguatan bangunan cagar budaya siap ditayangkan kemarin. Tetapi, dengan informasi adanya bantuan dari pemerintah pusat itu penayangan lelang ditunda hari ini. "Kami siap komunikasikan lebih lanjut," tegasnya.

Warga melintasi tumpukan sampah sisa lapak sementara pedagang Pasar Johar di Jalan KH Agus Salim, Kota Semarang, Senin (04/04/2016). Tumpukan sampah yang tidak segera dibersihkan itu menimbulkan bau tak sedap.
Warga melintasi tumpukan sampah sisa lapak sementara pedagang Pasar Johar di Jalan KH Agus Salim, Kota Semarang, Senin (04/04/2016). Tumpukan sampah yang tidak segera dibersihkan itu menimbulkan bau tak sedap. (Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan)

Progres

Adapun, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengungkapkan, pertemuan dengan beberapa dinas dan perwakilan pedagang itu dilakukan untuk mendengarkan masukan dan laporan progres pembangunan Pasar Johar.

Selain itu, dia menambahkan, agenda lain juga mendengarkan masukan rencana relokasi pedagang Pasar Yaik Baru ke tempat relokasi di sekitar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang hingga kini belum dilakukan.

"Kami meminta Dinas Perdagangan menunda pembangunan tempat relokasi senilai Rp 20 miliar hingga ditentukan solusi terbaik. Jangan sampai pedagang direlokasi, tapi pengerjaan baru dilakukan 2019, kan kasihan," ucapnya.

Danur pun meminta pedagang menurunkan egonya demi kelancaran pembangunan Pasar Johar. "Jika beranggapan semua saudara, maka Yaik dan MAJT saudara satu rumah dan satu pemikiran. Saya mengimbau semua untuk mengawal prosesnya, agar pembangunan Pasar Johar berjalan dengan baik," tandasnya. (tribunjateng/cetak/gpe)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help