TribunJateng/

Kasasi Warga yang Keberatan Ganti Rugi Proyek Tol Pejagan-Pemalang Semua Ditolak MA

Ada empat warga terdampak proyek tol Pejagan- Pemalang yang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA)

Kasasi Warga yang Keberatan Ganti Rugi Proyek Tol Pejagan-Pemalang Semua Ditolak MA
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Ada empat warga terdampak proyek tol Pejagan- Pemalang yang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Ada empat warga terdampak proyek tol Pejagan- Pemalang yang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Mereka keberatan dengan harga yang diterbitkan tim appraisal atau tim pembebasan lahan.

Sebelumnya, mereka mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Slawi Kabupatem Tegal.

Namun, karena pengajuan terlambat, gugatan mereka ditolak. Kemudian mereka mengajukan kasasi ke MA.

"Semua kasasi yang dilayangkan warga terdampak ditolak MA. Artinya mereka harus menerima uang ganti rugi yang ditentukan," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembebasan Lahan Tol Pejagan-Pemalang, Sularto, Selasa (16/5/2017).

Total ada empat warga di Kabupaten Tegal yang mengajukan kasasi. Empat warga itu mempunyai total tujuh bidang lahan yang terdampak pembangunan tol trans Jawa itu.

Tiga warga yang mengajukan kasasi ada di Desa Karangjati, Kecamatan Tarub. Ada tiga pemilik bidang tanah yang menolak besaran ganti rugi dan melayangkan kasasi ke MA.

Kasasi diajukan tiga warga, yakni Roidah, Ali Maskur, dan Nuridin. Lahan yang terkena dampak jalan tol merupakan sebidang sawah, rumah, bengkel dan tempat penggilingan padi.

Sedangkan satu warga yang keberatan berada di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi. Bangunan rumah mewah di desa itu merupakan milik pengusaha warung Tegal, Sanawi.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help